Writing Contest

Indonesia Punya Indramayu Sebagai Kota Budaya

Kota Indramayu

Kota Indramayu adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Barat. Menilik sejarah, nama kota Indramayu berasal dari cerita di masa lalu tentang seorang perempuan sakti yang bernama Nyi Endang Darma. Nyi Endang Darma ini sangat berjasa di tanah pedukuhan Cimanuk yang bernama Darma Ayu. Beliau adalah perempuan hebat yang berani membela kebenaran.  Darma Ayu inilah yang akhirnya berubah nama menjadi Indramayu.  Kini kota ini dipimpin oleh seorang wanita juga bernama Ibu Hj. Anna Sophanah.

Pelestarian Budaya Lokal 

Salah satu program pembangunan dari pemerintahan Indramayu adalah pelestarian budaya lokal. Program pembangunan ini ditempuh dengan tetap mempertahankan kearifan budaya lokal.  Beberapa budaya lokal yang terdapat di kota Indramayu adalah:

  1. Nadran

Nadran adalah upacara adat atau pesta laut yang merupakan akulturasi dari budaya islam dan hindu yang sudah umum dilaksanakan sejak ratusan tahun lalu. Pesta laut ini adalah sebagai ungkapan syukur yang dilakukan oleh para nelayan atas hasil tangkapan ikan dan wujud harapan agar hasil tangkapan di tahun yang akan datang akan lebih meningkat.

Menurut sebagian masyarakat, nadran berasal dari bahasa Arab, nazar, yang berarti pemenuhan janji. Nazar adalah sesuatu hal yang harus ditepati dan dipenuhi. Pada acara pesta laut ini akan ada sesajen berupa replika kapal atau perahu. Kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, dan makanan khas akan menjadi isi dari perahhu tersebut. Sesajen yang disajikan untuk alam. Ancak akan diarak terlebih dahulu dengan diiringi beberapa suguhan tradisional seperti tarling, genjring dan jenis kesenian lainnya. Ada juga wayang kulit yang digelar selama 1 minggu.

 

 

Tradisi Nadran
Tradisi Nadran, sumber foto:cirebonmedia.com
Sesajen untuk pesta Nadran
Sesajen untuk pesta Nadran, sumber foto: fototempo.co

Waktu pelaksanaan: Oktober sampai Desember

Lokasi acara: Pantai Eretan Kulon, Eretan Wetan, Dadap, Limbangan, Glayem, Bugel, Ujung Gebang dan Karangsong

 

2. Ngarot 

Seperti Nadran, Ngarot juga termasuk upacara adat, namun ini khusus untuk hasil pertanian. Upacara ini dilaksanakan sebelum mulai penggarapan sawah, umumnya sebelum musim hujan tiba, dengan harapan untuk memperoleh hasil pertanian yang meimpah.

Ngarot sendiri berasal dari bahasa Sunda yang berarti minum. Tradisi ini bermaksud untuk ‘pengisian tenaga’ para petani berupa makan dan minum sebelum mulai menggarap sawah. Upacara ini diisi oleh pemuda dan pemudi yang masih suci di mata masyarakat. Gadis-gadis desa yang ikut dalam acara ini akan diberi rangkaian bungan ayang akan dijadikan mahkota sebagai lambang kesucian. Pada acara ini akan dilaksanakan beberapa proses penyerahan alat-alat pertanian seperti : benih, kendi, cangkul, pupuk, dan ruas bambu kuning. Masing-masing dari prosesi ini punya makna tersendiri denga harapan hasil panen akan semakin meningkat.

sumber foto: panivirgofhandiyansyah.blogspot.co.id
sumber foto: panivirgofhandiyansyah.blogspot.co.id

Waktu pelaksanaan : Setiap hari rabu di minggu keempat bulan November

Lokasi acara: Di Kecamatan Lelea, Indramayu

 

3. Jaringan 

Budaya satu ini khusus bagi muda mudi yang masih jomblo. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini untuk menjalin jaringan atau hubungan. Spesial bagi yang ingin mencari jodoh. Kabarnya yang janda dan duda juga ikutan kegiatan ini.

Waktu pelaksanaan: Malam saat bulan purnama

Lokasi acara : Desa Parean, Kecamatan Kandang Haur

 

4. Ngunjung

Tradisi ngunjung ini adalah upacara syukuran yang dilaksanakan di kuburan-kuburan yang dianggap keramat. Ngunjung berarti kunjung atau mengunjungi. Tradisi ini untuk memohon keselamatan dan mengingat nilai-nilai atau pesan dari leluhur. Upacara ini biasanya menampilkan kesenian yang khas, seperti  tari-tarian dan wayang cepak.

Upacara Ngunjung, sumber di sini
Upacara Ngunjung, sumber foto : disparbud.jabarprov.go.id

Waktu pelaksanaan : Bulan Syuro Mulud

Lokasi Acara : Kuburan yang dianggap keramat (makam leluhur)

 

5. Mapag Tamba 

Upacara ini umumnya dilaksanakan untuk mengusir penyakit dari bumi Indramayu. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menyiramkan air yang mengalir pad sawah-sawah yang berada di batas desa. Sebelumnya air tambak akan dimasukkan ke dalam bambu yang berasal dari sumber kasepuhan. Air suci ini sebelumnya akan dibacakan doa-doa dari sesepuh desa pada malam harinya sebelum dialirkan ke sawah-sawah.

mapag tamba, sumber di sini
mapag tamba, sumber foto: meneerpanqi.blogspot.co.id

Waktu pelaksanaan : Sebelum masa tanam padi

Lokasi acara : Di Desa Cikedung Lor

 

6. Mapag Sri 

Karena lokasi  yang dekat dengan perbatasan, maka kota Indramayu mengalami akulurasi budaya Jawa dan Sunda. mapag Sri, berasal dari bahasa Jawa, yang berarti menjemput padi. Tradisi ini dilakukan dalam masa penyambutan masa panen raya sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dari Alloh.

Waktu pelaksanaan : Menjelang musim panen raya

7. Sedekah Bumi 

Sesuai dengan namanya, acara sedekah bumi ini untuk memberi ‘sedekah’ kepada bumi dengan tujuan untuk memperoleh hasil panen pertanian yang lebih baik. Kegiatan ini dilakukan di sawah percontohan yang dikelola bersama atau jika tidak memiliki sawah percontohan maka dilakukan di sawah yang letaknya strategis. Misalnya lokasinya ada di pinggir jalan. Kegiatan yang biasa dilakukan adalah mulai dari memilih bibit dan membereskan irigasi.

Waktu pelaksanaan: Menjelang Musim tanam padi

sedekah-bumi
Bagian acara Sedekah Bumi courtessy : fajarnews.com

 

indramayu-kota-budaya

Referensi:

http://www.indramayukab.go.id/

https://id.wikipedia.org/wiki/Nadran

https://fujaresturespati.wordpress.com/2013/03/29/budaya-ngarot-di-indramayu/

https://www.merdeka.com/khas/jaringan-budaya-cari-jodoh-di-pasar-pantura-budaya-jaringan-di-pantura-1.html

http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=436&lang=id

http://meneerpanqi.blogspot.co.id/2015/11/apa-itu-mapag-tamba.html

Advertisements

3 thoughts on “Indonesia Punya Indramayu Sebagai Kota Budaya

Comments are closed.