Percik Hati

Di pusaramu

” Tinggallah namamu..tinggalkan cintamu..
Tinggalkan segala yang dipunya di atas dunia

Tak pernah terlintas dalam fikiranku bahwa akan mengenangmu seperti ini..
Tak pernah terlintas dalam imaji bahwa kau akan pergi secepat ini..
Sepi yang kini menjadi teman hati

Duhai Sahabat..
Inginku mengulur sang waktu..
Dalam nafas meraih mimpi demi mimpi
Semangat yang seakan tidak akan pernah padam, hanya terkadang layu
Inginku sang waktu berbaik hati, sejenak saja..

Inginku tak mengiringi doa untukmu dengan tangisan
Namun.. maafkan aku tak bisa..
Jika banyak dari mereka berpesan..
“tak perlu tangisan itu, perbanyaklah berdoa untuknya”
aku selalu berusaha untuk berbuat yang semestinya..
namun, maafkan jika masih dengan air mata
Semoga airmata ini tak sia-sia
Airmata yang menjadi pengingat diri tentang kematian

Di pusaramu,
aku belajar banyak tentang kehidupan setelah dunia
Bahwa dunia hanyalah sementara
Hidup hanya sebatas seorang pengembara
Betapa kematian adalah nasihat terbaik
Menitipkanmu pada Sebaik-baik Pemelihara

“Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, maafkanlah ia. Ya Allah, rahmatilah ia. Ya Allah muliakanlah tempatnya, perluaslah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air salju dan embun. Bersihkanlah ia dari dosa-dosa  dan kesalahan sebagaimana dibersihkannya baju putih dari kotoran, Bentangkanlah surga di alam kuburnya.

Jadikanlah kami yang ditinggalkan menjadi orang-orang yang kuat, yang mampu menerima setiap takdirMu. Lindungilah kami dari rasa putus asa dan ajarkanlah kami hikmahMu. aamiin Ya Rabbana..

#8nov2015

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements