Love Life · Writing Contest

Melangitkan Mimpi

langit mimpi

“Melangitkan Mimpi Cita dan Harapan” menjadi tagline dari website saya di langitnamora.com.  Kalo website gratisan ini, juga sudah mengalami perubahan nama, yang awalnya dnamora zone menjadi langit namora. Taglinenya mirip-miriplah; Melangitkan Mimpi Melalui Tulisan.  Tagline tersebut saya pilih setelah bersemedi selama 9 bulan 10 hari (emang lagi mengandung :D), akhirnya lahirlah tagline tersebut. Setiap orang tentu punya konsep dan tujuan tersendiri pada apapun yang sedang dijalaninya saat ini. Tidak jauh berbeda, saya memilih tagline tersebut agar menjadi pengingat dan penyemangat mengejar impian yang saat ini masih belum ada dalam genggaman.

Melangitkan mimpi maksudnya adalah memasrahkan semua impian saya kepada Sang Pemilik Langit dan Sang Pengabul Mimpi. Tentunya setelah melakukan berbagai jenis usaha. Dan memiliki sebuah website, melalui tulisan demi tulisan, saya ingin mengabulkan cita dan harapan tersebut.

Menjadi penulis  adalah cita-cita saya yang terlahir sejak kuliah. Kalo cita-cita sejak kecil, sama kayak anak kecil zaman dahulu tea, jadi dokter, tapi gak akan kesampean. Profesi yang dijalani saat ini jauh dari kesehatan.  Cita-cita menjadi penulis lahir karena kesukaan membaca buku, khususnya novel. Kata-kata bijak dari novel tersebut, banyak yang saya tulis ulang di catatan saya, atau dijadikan status di facebook atau di twitter. Bahkan terkadang, saya menempelkan kata-kata penyemangat tersebut di kamar saya. Gak lebay kan ya? 🙂

Setelah kurang lebih dua tahun di dunia blogosphere, saya menyadari bahwa seorang penulis, baik penulis apapun itu. Tidak bisa seenaknya saja menuliskan pikiran-pikirannya melalui sebuah buku atau novel. Kenapa? Karena dia bertanggungjawab hingga ke akhirat akan apa yang dituliskannya tersebut. Jika tulisan itu berdampak  baik, tentu menjadi sebuah kekayaan baginya yang terus mengalir hingga akhir hayat. Namun, sangat berbeda jika tulisan itu berdampak buruk, akibatnya akan menggerogoti amalan dari sang penulis. Semoga jauh-jauh dari saya sendiri dan teman-teman penulis. Sisi kebermanfaatan tulisan baiknya menjadi kriteria utama yang harus difikirkan oleh setiap penulis. Jangan sampai, tulisan kita menjadi sampah di dunia sekaligus menjadi ancaman di neraka. Naudzubillah mindzalik.

Kembali ke tagline website saya, Melangitkan Mimpi, Cita, dan Harapan, tagline tersebut banyak dipengaruhi oleh Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Berawal dari tetralogi Laskar Pelangi tersebut, sukses mengantarkan saya menjadi salah satu Pemimpi. Semoga bukan hanya terbatas mimpi :). Tokoh Ikal  di novel tersebut, banyak mengajarkan saya bahwa perjuangan dalam meraih mimpi tidak akan pernah terhenti, sebelum mimpi tersebut menjadi sebuah kenyataan. Dan untuk mewujudkan mimpi tersebut tidak hanya terpaku pada satu cara saja.

Ada 10 anak yang menjadi tokoh sentral di SD Muhammadiyah Gantong. Teman-teman pasti udah pada tau kan ya? Ada Ikal, sahabat karib Lintang, termasuk anak terpintar yang juga menyukai A Ling, sepupu tempat mereka membeli kapur untuk keperluan sekolah.  Lintang si anak jenius yang ditinggal mati oleh ayahnya karena melaut. Akhirnya ia terpaksa meninggalkan cita-citanya untuk mengurus kehidupan dan kebutuhan adik-adiknya. Sahara, satu-satunya gadis yang memiliki pendirian kuat dalam mematuhi aturan agama. Mahar, anak dengan jiwa musikalitas tinggi, yang akhirnya meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan. Tokoh lainnya ada A Kiong, Syahdan, Syahdan, Borek, Trapani, dan Harun yang masing-masing punya keunikan cerita masing-masing.

Perjuangan ikal dan 9 teman-temannya selalu menjadi penyulut semangat dan pengingat untuk tidak berhenti mewujudkan mimpi itu. Ikal mampu mewujudkan mimpi untuk melanjutkan studi di negeri dengan bahasa ubur-ubur (sebutanku untuk bahasa Perancis :).

Film yang skenarionya ditulis oleh Salman Aristo ini sudah saya tonton berkali-kali. Hitungan tangan 10 jari sudah tembus. Gak ada rasa bosan apa ya des? Entahlah, selalu ada semangat untuk menonton kembali lagi dan lagi untuk menonton film inspiratif ini. Kalo kamu suka gitu gak, sama film favoritmu teman-teman? 🙂

Tulisan tentang laskar pelangi ini , saya pernah tuliskan dengan judul the rainbow troops di blog ini. Jadi, kalo saya lagi kehilangan semangat, saya suka nonton film ini lagi, memutar lagu sountrack Laskar Pelangi yang dibawakan oleh Nidji, atau mengingat kembali pesan-pesan inspiratif dari film ini.

Berikut pesan yang saya selalu ingat dari film fenomenal ini:

Laskar pelangi

laskar pelangi

Laskar Pelangi

laskar pelangi

laskar pelangi

laskar pelangi

Dan Alhamdulillah, saya sukses menjadi penyemangat untuk sahabat terbaik saya, yang memimpikan untuk kuliah di negeri Menara Eiffel. Beliau sudah menyelesaikan sekolah masternya di Perancis. Sejak dulu, saya memanggilnya dengan sebutan ikal, meskipun sangat jauh dari nama aslinya, dan rambutnya juga bukan ikal :). Saya turut bangga dan berbahagia dengan prestasinya. Lewat beliau saya banyak belajar bahwa mimpi itu bisa diwujudkan. Semoga suksesnya temen-temen menciprati saya juga ya, Aamiin 🙂

post card ikal

So, teman-teman yang juga punya mimpi namun belum juga terwujud, Jangan Pernah Menyerah ya Kawan :).

Langitkan Mimpimu 🙂

Pesan Laskar Pelangi

“Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp SecondGiveaway: What Movie are You?”

evrina banner

Advertisements

31 thoughts on “Melangitkan Mimpi

  1. Tulisan yabg sangat menginspirasi, Des! Thanks sudah menyemangatiku pagi ini. Salam sukses selalu. Yuk, langitkan mimpi dan ikhtiar untuk mewujudkannya.

    Semoga menang, ya!

    1. Makasih Mba kalo bisa menginspirasi. Iya Mba sayang.. Yuk yuk semangat dan lebih semangat lagi di tahun yang baru ini. Salam sukses selalu mak. aamiin semoga menang 🙂

  2. inspiratif ya, mba. sampai sekarang pun masih banyak yang terinspirasi laskar pelangi untuk menggapai cita-cita belajar keluar negeri. semoga nanti giliran mba Desi juga.

Comments are closed.