Writing Contest

Percepatan Pembangunan Kesehatan Sebagai Bukti Cinta Sesama

“Bu Desi, wortelnya diparut dulu ya?”
“Dikupas dulu baru diparut ya Bu?”
“Bukan, dicuci dulu, begitu kan Bu?”

Ibu-ibu yang hadir menjadi sangat ramai. Semua sibuk mengambil posisi dan peralatan di tangan. Semua ingin ikut ambil bagian. Kegiatan pelatihan ini, memang baru pertama kali diadakan. Jadi, semua ibu yang datang bersemangat. Penasaran bagaimana cara membuat puding wortel susu yang kami sarankan untuk jadi cemilan sehat bagi balita mereka. Kebiasaan jajan yang tidak sehat bagi anak-anak menjadi tantangan tersendiri untuk ibu. Butuh sedikit kekreatifan dari sang ibu untuk menemukan cemilan yang tepat dan disukai balita mereka.
Setelah beberapa hari melakukan pertemuan saat pendampingan penanganan gizi buruk dengan ibu-ibu Kampung Rancamaya, salah satu desa di Bogor, kami memperhatikan banyak anak yang suka jajan agar-agar warna warni. Ditegur agar tidak beli lagi karena mungkin menggunakan pewarna yang belum tentu diizinkan, pastilah tidak ber-efek. Besok, saat jauh dari pandangan, si anak tentu akan jajan lagi dan akan terus berulang.
Melihat kondisi tersebut, kami berinisiatif mengadakan pelatihan pembuatan makanan pendamping ASI untuk ibu-ibu setempat yang murah dan tersedia di kampung tersebut. Pembuatan puding wortel susu, susu jagung, dan cemilan berserat menjadi program kami saat itu.
Alhasil, bukan ibu-nya saja yang semangat. Setelah puding wortel susu-nya jadi, sang anak juga tampak bersemangat menghabiskannya. Puji syukur, makanannya disukai. Anak-anak senang dan sehat, pun juga ibu mereka. Semoga sang penjual agar-agar tidak bersedih ya, hehehe

praktik masak
Masalah kesehatan merupakan masalah yang kompleks, seakan tiada ujungnya, dan terus berkelanjutan, berpindah dari satu jenis ke  jenis lainnya. Setiap selesai dari satu program di setiap periodenya, tujuan program diharapkan akan tercapai maksimal, dan tentu perlu terus melakukan perbaikan dan pemantauan.

Masalah kesehatan Indonesia yang tercatat menjadi perhatian utama di tahun 2014 adalah mengenai berlakunya jaminan kesehatan nasional dengan sejumlah iuran yang masih alot dibicarakan, pengaplikasian BPJS di masyarakat, program jampersal yang masih belum berhasil, dan masih tingginya jumlah anak gizi buruk di pelosok negeri.

Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal

Berdasarkan dokumen Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tahun 2007, Daerah Tertinggal diartikan sebagai daerah kabupaten yang masyarakat serta wilayahnya relatif kurang berkembang dibandingkan daerah lain di Indonesia. Daerah tertinggal ditetapkan berdasarkan enam kriteria dasar  yaitu: perekonomian, sumberdaya manusia, infrastruktur, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, dan karakteristik daerah (sumber disini). Pembangunan daerah tertinggal telah menjadi prioritas berdasarkan Peraturan Presiden Nomor  5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Saat ini, ada 183 kabupaten daerah tertinggal yang dijadikan sebagai target pembangunan, 70 %-nya berada di daerah kawasan timur Indonesia. Untuk informasi data daerah tertinggal bisa ditemukan disini.

Angka harapan hidup yang rendah  di daerah tertinggal menunjukkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah juga. Berbagai macam masalah kesehatan yang timbul akibat dari pengaruh rendahnya pembangunan dan perekonomian di daerah tertinggal.

Masalah kesehatan yang mengiringi daerah tertinggal meliputi :
1. Minimnya jumlah tenaga kesehatan
2. Kemampuan SDM yang kurang
3. Jaminan sosial yang nyaris tidak ada bagi tenaga kesehatan
4. Jarak tempuh dan biaya yang relatif tinggi menuju fasilitas kesehatan  bagi masyarakat
5. Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
6. Akses terhadap fasilitas kesehatan yang terbatas karena faktor geografi dan iklim

Solusi percepatan pembangunan untuk daerah tertinggal

Melalui bidang ekonomi
1. Pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal
2. Penerapan dan peningkatan produk unggulan di setiap daerah tertinggal
3. Pemantapan usaha mikro

Melalui bidang kesehatan
1. Jaminan kesehatan dan sosial bagi tenaga kesehatan
2. Penyederhanaan birokrasi program BPJS untuk masyarakat di daerah tertinggal
3. Pemberian raskin yang tepat sasaran
4. Program berobat murah
5. Pembangunan WC dengan jarak yang tepat
6. Pendampingan penanaman TOGA dan aplikasi pemakaiannya

Melalui bidang polhukam (politik, hukum, dan keamanan)
1. Kerjasama antardaerah dalam bidang apa saja  di sekitar daerah tertinggal
2. Menjaga keamanan di daerah tertinggal. Keamanan merupakan faktor pendukung untuk terciptanya kestabilan ekonomi yang menunjang faktor lainnya untuk bisa berkembang. Misalnya melalui pembagian jadwal siskamling di masing-masing RT

Melalui bidang pendidikan
1. Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berprestasi
2. Pemberian pendidikan cuma-cuma bagi anak-anak usia sekolah dan orang dewasa yang masih memiliki pendidikan rendah

Melalui bidang kepariwisataan
1. Peningkatan potensi wisata sesuai dengan karakteristik wilayah.

Tahun 2010, Belitong Timur resmi dikeluarkan dari daftar daerah tertinggal. Hal ini disebabkan jumlah wisatawan yang terus meningkat hingga 800 persen per tahun ke daerah Belitong. Peningkatan ini disebabkan karena naiknya privilege Belitong di mata masyarakat lewat film Laskar Pelangi. Dan bukanlah hal yang tidak mungkin, untuk menduplikasi ide yang sudah menunjukkan perubahan positif dan nyata ini.

2. Pembangunan prasarana transportasi seperti jalan, jembatan, atau pelabuhan

Melalui bidang komunikasi
1. Pembangunan sarana komunikasi
2. Tersedianya dan meratanya listrik

5 Pilar Perdesaan Sehat

perdesaan-sehat-kecil

1. Percepatan ketersediaan Dokter Puskesmas bagi seluruh puskesmas di daerah tertinggal

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:

1. Peningkatan kesadaran dokter untuk mau dan tinggal melayani masyarakat di daerah tertinggal
2. Pengadaan obat yang lengkap di puskesmas di bawah tanggung jawab dokter yang bertugas
3. Pemberian gaji yang diluar gaji standard dokter bagi yang bersedia tinggal dan melayani masyarakat daerah tertinggal

2. Percepatan ketersediaan Bidan Desa bagi seluruh puskesmas di daerah tertinggal

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:

1. Kerjasama dan komunikasi yang baik antara bidan dan warga sehingga timbul saling percaya yang menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan
2. Pemberian pendidikan cara penanganan demam yang baik dan benar kepada ibu-ibu muda
3. Terjalinnya kerjasama dan komunikasi yang baik antara bidan dan warga yang membantu persalinan atau tenaga kesehatan
4. Ketersediaan tenaga kesehatan selama 24 jam
5. Diadakannya tabungan biaya medis dan non medis terutama bagi ibu hamil dari awal kehamilan untuk menutupi biaya persalinan dan sepenuhnya menjadi  tanggungjawab bidan
6. Pemberian pendidikan dan pelatihan senam kepada ibu hamil
7. Pemberian penyegaran pendidikan kepada bidan- bidan desa dan tenaga kesehatan
8. Pemberian pendidikan kesehatan ibu kepada masyarakat

3. Percepatan ketersediaan Air Bersih bagi setiap rumah tangga di daerah tertinggal

air bersih
Dok. Pribadi

Masih di jelas diingatan saya, sewaktu turun lapang di sebuah desa di Kota Cianjur, pemakaian air kolam untuk seluruh kegiatan yang bersinggungan dengan air, kecuali mandi. Air kolam tersebut dipakai untuk mencuci piring, baju, bahkan sepatu agar bersih. Saya tidak habis fikir, untuk mandi, penduduk setempat menggunakan air sumur yang tergolong kategori bersih, dan untuk kegiatan cuci mereka menggunakan air kolam. Penduduk setempat baru sampai tingkat pemahaman menggunakan air bersih untuk diri sendiri, beum sampai tahap pemahaman bahwa air kolam yang digunakan berkali-kali dalam sehari dan dipakai orang banyak membawa vektor penyakit bagi mereka sendiri. Hal tersebut, salah satu contoh yang terjadi di pedesaan tentang kurangnya pemahaman pemakaian air bersih.

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:

1. Memberikan pendidikan dan pemahaman yang benar tentang pentingnya air bersih
2. Pemberian bantuan pembiayaan pembangunan pengelolaan air bagi daerah tertinggal yang sulit mendapatkan air bersih
2. Kerjasama antar warga dalam penyediaan air minum dengan sistem distribusi perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber air, misalnya gunung ke rumah-rumah warga

4. Percepatan ketersediaan Sanitasi bagi seluruh puskesmas di daerah tertinggal

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:

jumat bersih
Dok. Pribadi

1. Penanggulangan diare, yang dapat ditempuh dengan penyediaan air bersih dan makanan yang higienis
2. Pemberian pendidikan cara cuci tangan yang baik dan benar kepada ibu-ibu posyandu maupun anak-anak usia sekolah
3. Pemberian pendidikan waktu cuci tangan yang utama yaitu: sebelum makan, setelah BAB, setelah membersihkan BAB bayi, sebelum meyuapi anak, dan sebelum memberi makan.
4. Pemberian pendidikan bahaya buang air besar sembarangan
5. Membantu penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di masyarakat
6. Pemberian pendidikan penanganan sampah yang benar
7. memberikan nilai ekonomis pada sampah yang ada disekitar masyarakat, seperti pemberian pendidikan pupuk kompos, atau pembuatan kerajinan tangan berupa tas atau dompet dari plastik kemasan, pembuatan bros dari sisa kain perca, pengolahan bubur kertas menjadi kertas daur ulang
8. Penerapan bank sampah di masyarakat
9. Penerapan jum’at bersih di masing-masing RT untuk menjaga kebersihan sekitar tempat tinggal

5. Percepatan ketersediaan Gizi Seimbang bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita

Masalah gizi, bukanlah masalah yang sederhana. Ketidakpahaman dan ketidakmautauan masyarakat untuk melek gizi berimbas pada kondisi kesehatan yang tidak baik. Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita merupakan target utama sasaran gizi. Pemberian pemahaman agar keluarga melek gizi terbentuk setidaknya, sang ibu, akan menjadi salah satu cara yang baik untuk mencapai kesehatan yang mumpuni di masyarakat. Solusi lain yang dapat dilakukan adalah:

1. Meningkatkan pelaksanaan posyandu untuk menekan angka kematian ibu dan anak
2. Pencapaian cakupan target imunisasi untuk seluruh anak
3. Pendidikan gizi yang aplikatif ke masyarakat
4. Penyuluhan ASI eksklusif kepada keluarga muda. Karena kerjasama yang baik antara suami dan istri akan mengokohkan terciptanya keluarga pro ASI
5. Pemberian pendidikan pentingnya ASI saja di 6 bulan pertama kelahiran
6. Pemberian pendidikan cara pembuatan MPASI bagi ibu-ibu muda
7. Menyemarakkan kegiatan posyandu dengan pemberian award bagi ibu dan balita yang aktif
8. Pemberian bingkisan dari posyandu untuk ibu hamil yang rajin memeriksakan kehamilannya ke posyandu untuk meningkatkan minat
9. Pemberian award bagi ibu yang lulus dan lengkap memberikan imunisasi kepada balitanya
10. Kunjungan rumah ke warga tertentu yang membutuhkan penanganan khusus
11. Pemberian gaji kepada kader sebagai langkah untuk memiliki kadar yang ‘awet’ dalam suatu posyandu
12. Pemberian pendidikan berupa leaflet yang berisi informasi yang dibutuhkan masyarakat
13. Pengadaan kegiatan refreshing bagi seluruh kader untuk peningkatan semangat kebersamaan antar kader

Penyediaan sarana dan prasarana penunjang kesehatan
1. Penyediaan helikopter untuk daerah tertinggal sebagai alat transportasi yang tepat karena faktor geografis
2. Pengadaan alat komunikasi handie-talkie bagi masyarakat yang belum memadai jaringan telekomunikasinya

Semua langkah diatas diringi dengan semangat yang kuat dari penduduk daerah tertinggal untuk berubah dan say bye bye untuk pindah kuadran dari daerah tertinggal sangat diperlukan. Dan bukanlah hal yang mustahil suatu saat nanti, jika Indonesia menjadi negara yang bebas daerah tertinggal.

Salam Indonesia Sehat

Tulisan ini diikutsertakan pada Kompetisi Penulisan Blog Perdesaan Sehat

sumber referensi:

http://www.kemenegpdt.go.id/artikel/85/ketenagakerjaan-dan-daerah-tertinggal
http://www.kemenegpdt.go.id/artikel/82/mp3ei-dan-peran-daerah-tertinggal
http://www.kemenegpdt.go.id/hal/300027/183-kab-daerah-tertinggal
http://perdesaansehat.or.id/index.php/artikel/kr/106
http://health.liputan6.com/read/785102/6-masalah-kesehatan-yang-jadi-pr-pada-2014

Advertisements

8 thoughts on “Percepatan Pembangunan Kesehatan Sebagai Bukti Cinta Sesama

  1. Aku setuju sama 5 pilar itu, ngerasain bgt bertahun2 di kampung tanpa ada dokter. Smua kelluhan penyakin klo butuh pertolongan larinya ke bidan desa. Good luck ya mak.

Comments are closed.