Writing Contest

Menjelajah Sejarah Jejak Portugis di Kota Macau

2014-09-30_002601

Ling, kamu lagi gak ada acara pas aku liburan kesana kan?
Iya, aku free deh buatmu
Gak enak kan, kalo pas aku kesana tapi gak ada kamu yang nemenin. Kamu kan tau, aku buta sama sekali sama kota-mu itu.
Iya, iya, iya, nanya sekali lagi.
Aku timpuk pake tower juga nih lama-lama.

Langit  memastikan waktu Ling-Ling jauh hari sebelum keberangkatan ke Macau. Skripsi tentang pengaruh penjajahan Portugis ke kota kecil itu, akan terasa kurang bernyawa tanpa penuturan langsung dari Ling-Ling, si pecinta sejarah. Perkenalan dengan Ling-Ling dimulai dari kesengajaan bergabung dengan Komunitas Backpacker Dunia. Satu dua sapaan menjadi berubah sebuah keakraban dengan Ling-Ling, mungkin pengaruh hobi yang sama. Sama-sama mencintai sejarah. Gampang-gampang susah punya sahabat yang suka belajar tentang perkembangan dunia ditilik dari dunia sejarah. Dan hal itu, Langit temui pada Ling-Ling. Satu hal yang bikin Langit tambah girang, saat Papa menyetujui rencana untuk travelling ke kota-nya Ling-Ling, Macau. Jingkrak-jingkrakan dah.

Nasehat yang panjang dari Papa dan Mama mendarat sudah di otak Langit. Agar rencana perjalanan itu juga berjalan mulus. Meski terkadang terdengar nasehat aneh. “Jangan lupa makan”, ” hati-hati di negeri orang“, aneh bukan?. Ya, gak bakalan lupa makan lah, selang dua jam tanpa ngunyah aja serasa ‘lapar setengah mati’. Trus.. gak mungkin gak hati-hati, kan Langit lagi di negeri sebelah, bukan di kampung sebelah Ma. Namun karena khawatir salah omong, Langit ambil sikap untuk jawab “Siapppp” saja. Tak bisa ambil resiko salah jawab dan rencana gagal total.

Ling-Ling, okeh. Paspor, okeh. Handphone, done. Ransel dan koper, done. Kamera, siapp. Cemilan, okeh. Visa, gak perlu, okeh done. Sipp. Semua list sudah di centang done. Siap untuk berangkat ke bandara esok pagi.

Setelah 5 jam di udara, sampai juga di Hongkong International Airport. Mengingat pesan Ling-Ling, jangan menuju imigrasi, meskipun kita sedang jadi wisatawan asing. Langit sibuk mencari papan bertuliskan Transfer to Mainland P.R.D (Pearl River Delta) or Macau. Pilih mau naik ferry CotaiJet atau TurboJet. Tertera harga yang harus dibayar. Pilih tiket untuk kelas ekonomi saja biar murah meriah muntah^^. Soal bagasi tak usah khawatir, akan ada petugas yang ngurusin. Sampai juga di stasiun MTR. Stasiun tersebut menjadi titik temu dengan Ling-Ling.

Hmm, leganya banget-banget. Kayak anak ayam yang ketemu lagi sama Emaknya. Dengan balutan kaus merah, celana hitam bermotif kotak, ransel kecil hitam bergelayut di bahu kiri, Ling-Ling datang menghampiri Langit. Tanpa banyak basa basi yang terkdang basi, persahabatan itu menemukan muaranya. Suasana sangat cair siang itu.

Wisata tak hanya selalu berbicara tentang keindahan alam, fotografi, budaya atau kuliner. Wisata sejarah menjadi salah satu pilihan yang tak kalah serunya. Selain sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap peristiwa di masa lampau, mempelajari sejarah mampu mengingatkan kita bahwa banyak peristiwa besar terjadi di masa lalu yang menjadi momentum perubahan dan memberi pengaruh besar bagi masa depan.

macauDan Langit menjejakkan kaki menjelajahi sejarah jejak Portugis di kota Macau bersama Ling-Ling, si pecinta sejarah.

***

Dilihat dari sejarahnya, Macau merupakan daerah jajahan Eropa tertua di Tiongkok. Portugis sudah menjejakkan kaki di abad ke 16, sejak tahun 1570 hingga tahun 1999.  Kedatangan Jorge Alvares di selatan Cina menjadi awal mula jejak Portugis di kota itu.  Kedatangan tersebut untuk melihat wilayah yang cocok untuk dijadikan pos perdagangan bagi mereka.

Dinasti Ming, Dinasti yang berkuasa pada masa itu, menyewakan daerah Macau ke Portugis untuk dijadikan pelabuhan perdagangan. Portugis mengelola Macau namun masih dibawah kekuasaan China. Hingga pada tahun 1999, pemerintahan Portugis menyerahkan kedaulatan Macau kembali kepada Republik Rakyat Tiongkok.

Macau terletak di tepi barat Sungai pearl Delta, sebelah selatan kota Propinsi Guangdong, Cina. Macau, sebuah  kota yang hanya memiliki luasan sebesar 29.5 km2. Namun kota ini tidak boleh dipandang sebelah mata, ia merupakan ‘Las vegas’-nya Asia dengan pendapatan perkapita yang sangat tinggi. Macau juga merupakan kota yang unggul dalam bidang pariwisata. Selain itu, Macau juga merupakan salah satu kota dengan Indeks Pembangunan Manusia yang sangat tinggi di tahun 2011.

 

Macao-map

Macau kini merupakan sebuah Daerah Administratif Khusus  Tiongkok.  Macau memiliki hak otonom untuk mengelola daerahnya sendiri hingga tahun 2049. Menjadi daerah jajahan paling lama dari  Negara Portugis  membawa ‘berkah’ tersendiri bagi kota Macau. Sisi inilah yang menjadikan Macau menjadi destinasi wisata yang menarik para wisatawan asing untuk turut serta menapaki dan menikmati perpaduan unik budaya timur dan barat.

Jejak Portugis 1 : A-Ma Temple

A-Ma Temple merupakan kuil tertua di Macau yang dipercaya sebagai asal muasal dari nama kota ini. Kuil ini dibangun tahun 1448 dan digunakan untuk menghormati Dewi Pelaut.  Dewi ini menurut kisahnya adalah seorang gadis miskin yang tidak diperbolehkan berlayar dengan kapal pedagang yang kaya. Hal itu menyebabkan, terjadinya bencana badai yang menerjang kapal pedagang kaya tersebut. Sang gadis tersebutlah yang dianggap sebagai Dewi Pelaut. Dan kuil A-Ma ada untuk menghormati Dewi tersebut.

Lokasi kuil ini berada  tepat di Inner Harbour, pelabuhan perdagangan yang ramai pada saat itu. Portugis mengadaptasi nama kuil tersebut yang perlahan berubah menjadi ‘Macau’. Kota Macau juga dikenal dengan sebutan Ou Mun yang berarti gerbang perdagangan. Dulunya kota ini merupakan bagian dari ‘jalan sutra’ yang ramai disinggahi oleh kapal-kapal yang memuat kain sutra dari Roma.

Jejak Portugis 2 : Reruntuhan Katedral St. Paul

St. Paul dulunya merupakan sebuah akademi kristiani yang digunakan untuk mencetak ilmuwan-ilmuwan kristiani di Mahkamah Agung, Beijing. Gereja ini berarsitektural Portugis. Gereja yang dibangun pada abad ke 17 ini masuk ke dalam Unesco World Heritage Site. Kenapa sekarang tinggal reruntuhan begitu? Tahun1835, kebakaran besar telah meruntuhkan katedral ini dan hanya menyisakan dinding depan dari katedral. Katedral ini menjadi awal berkembangnya gereja-gereja lain yang dijadikan sekolah para misionaris.

Jejak Portugis 3 : Gereja St. Dominic

Gereja ini merupakan gabungan dua gaya arsitektur, Portugis dan Spanyol. Di gereja inilah surat kabar Portugis pertama kalinya diterbitkan di Cina. Sekarang, telah berubah fungsi menjadi Museum Seni Suci untuk memamerkan koleksi berupa  300 buah artefak.

Jejak Portugis 4 : Museu De Macau

Informasi sejarah dan kebudayaan Macau dapat ditemukan di museum ini. Museu de Macau berisi informasi tentang sejarah perpaduan peradaban barat dan Cina sebelum kedatangan Portugis. Selain itu juga berisi tentang beragam informasi seni populer dan tradisi di Macau.


Jejak Portugis 5 : Guia Fortress

Guia Fortress dulunya merupakan bekas benteng Portugis yang digunakan untuk melindungi Macau dari serangan laut.

original_Guia Fortress-Macau-kwramm

Jejak Portugis 6 : Senado Square

Senado Square adalah plaza yang merupakan landmark kota Macau. Gaya bangunannya berarsitektural Portugis serta dikelilingi bangunan-bangunan bersejarah berwarna klasik. Paving lantainya juga unik, memberi kesan sebuah kota modern dengan gaya yang sangat Eropa.

Jejak Portugis 7 : Gedung Leal Senado

Gedung Leal Senado adalah balai kota pertama Macau. Gedung ini dibangun pada tahun 1784. Dulu, tempat ini sering dijadikan tempat memamerkan kekuatan militer oleh bangsa Portugis. Bangunan dengan gaya neo-klasik dengan ukiran rumit, kaya akan  identitas bangunan Portugis.

leal

leal1


Jejak Portugis 8 : Venetian Hotel & Resort

Resort, Hotel dan Mal terbesar di Macau dengan design interior yang luar biasa. Hotel ini memiliki replika kanal Venice dan Gondola. Gondolier alias pengayuh kapal juga dikabarkan asli didatangkan dari negara Eropa. Kereeeennn.

the-venetian-in-las-vegas
Replika Kanal Venice dan Gondola

the_venetian_macao_resort_hotel-32


Jejak Portugis 9 : Barrier Gate (Portas do Cerco)

Barrier Gate ini menjadi saksi perkembangan  Macau yang dibangun tahun 1870. Gate ini dilengkapi dengan air mancur di tengahnya dan tanaman hijau disekelilingnya. Puisi dari seorang penyair Portugis, Luis de Camoes, tertulis indah di sepanjang dinding yang berwarna hijau Gate ini.

Portas_do_Cerco
35829905

Jejak Portugis 10 : Camoes Garden

Camoes Garden, taman kota tertua dan terbesar di Macau. Di pintu masuk taman ini terdapat air mancur dengan patung perunggu ‘Embrace’. Patung ini dibuat secara khusus melambangkan persahabatan selama berabad-abad antara Portugis dan Cina. Taman ini menjadi tempat santai, tempat berkumpul atau untuk berolahraga pagi.

Camões_Garden_and_Grotto_01
Patung Embrace
camoes1-lailai-hui
Sang Penyair Portugis


Kuliner Khas Portugis : Portuguese Egg Tart

Kuliner khas Portugis dengan sedikit sentuhan Chinese Food. Makanan khas ini katanya seperti puff pastry mini yang memiliki isian custard lembut dari adonan kuning telur dan susu. Untuk wisatawan muslim hati-hati ya :), kehalalan kuliner ini belum memperoleh sertifikasi.


Aplikasi mobile untuk wisatawan asing

Pemerintah Macau telah meluncurkan aplikasi Mobile yang sangat membantu wisatawan asing untuk turut menapaki sejarah perpaduan unik timur dan barat di Macau. ‘Step out Macau’, nama salah satu aplikasi mobile tersebut. Aplikasi ini bisa dinikmati dengan handphone berbasis iPhone dan android. ‘Experience Macau’, jenis aplikasi mobile kedua yang juga memanjakan wisatawan asing yang berisi informasi tempat wisata, acara, hiburan, dan akomodasi. Aplikasi ini dilengkapi juga dengan panduan audio, perencana perjalanan, peta offline, dan beberapa aplikasi game. Untuk informasi lebih lengkap ada disini.

 aplikasi mobile
Ini 5 alasan kuat Langit untuk travel ke Macauwhy macau
Video ini juga membuat pesona Macau semakin memukau, enjoy it

macau
***
Langit sudah puas dijamu Ling-Ling dalam perjalanannya di Macau. Langit izin dan bersiap pulang kembali ke Indonesia. Tugas skripsi pun menjadi lebih ringan. Tak sabar ia ingin menumpahkan tulisan di dalam skripsinya.

***
Langit sudah ke Macau, kini giliran kita. Mari ke Macau ^_^

2014-09-29_132514

Referensi:
http://id.macautourism.gov.mo
http://en.wikipedia.org/wiki/Macau
http://id.wikipedia.org/wiki/Makau
http://javamilk.com/panduan-jalan-hemat-ke-hong-kong-macau/macau-day-7/
http://www.lonelyplanet.com/china/macau
http://travelawan.com/blog-travel/mudahnya-berwisata-ke-macau-dengan-turbojet.html
http://anintyanovitasari.wordpress.com/2012/05/22/backpacking-to-macau/
http://cina.panduanwisata.com/macau/tak-perlu-galau-untuk-tour-ke-macau/2/

sumber gambar:
http://www.vectorstock.com
http://www.cntravelre.com/sight/macao/a-ma-temple
http://b.saaraa.com/?m=200911
http://bestcitiez.com/countries/macao.html
http://jonathlee.com/life/2011/11/trip-to-macau-part-1/
http://travelerfolio.com/senado-square-macau-attraction/
http://worldstotrek.wordpress.com/2009/11/02/macau-st-dominic-church-and-treasures-of-sacred-heart-museum/
http://aquitailandia.blogspot.com/2010/11/blog-post.html
http://travelsort.com/blog/delicious-macau-where-to-eat
http://www.virtualtourist.com/travel/Asia/Macao/Things_To_Do-Macao-Leal_Senado_Square-BR-1.html
http://www.blogandgo.co.uk/A55A21/BlogAndGo.nsf/viwLookUpMenuPlace/0267083BF02F5B518025735B0075D508?Open&m1=home&m2=asia&m3=china&m4=macau
http://www.vivalasblogger.com/sleeping/septembers-hotel-guide-the-venetian-resort-hotel-and-casino
http://www.macaocenter.com/the_venetian_macao_resort_hotel-macau.html
http://cina.panduanwisata.com/macau/camoes-garden-and-grotto-eksotisme-taman-tertua-di-makau/

Advertisements

6 thoughts on “Menjelajah Sejarah Jejak Portugis di Kota Macau

Comments are closed.