Writing Contest

Lebih Dekat Dengan IKAPI

Halooo… good readers, kali ini saya mo nge-share cerita yang mungkin saja good readers sudah pada tau, atau malah belom tau sama sekali. Temanya gak berat kok. Sebagai orang yang suka baca, pengen dong suatu hari nanti, tulisan temen-temen bisa dibaca orang lain. Naahh, untuk itu, naskah yang sudah di ketak ketik beribu malam inspiratif tapi gak campur iler ya, akan mendarat di tangan para editor sebuah penerbit. Saat ini, banyak yang sudah self publishing tetapi masih banyak juga yang meminta jasa sebuah penerbit untuk mencetak dan menyebarluaskan karya tulisan kita. Pernah terfikir gak sih, klo bahasa fikir terlalu berat, pake terbersit deh, pernah terbersitkah kalo seluruh penerbit yang ada di Indonesia itu, punya komunitas (haha emang blogger), punya tempat ngumpul ato punya tempet nongkrong di satu wadah perkumpulan?. kalo gak pernah terbersit, sini aku colek, biar  pada bangun. hehe. Buat pemanasan, aku coba kasih  unjuk satu gambar deh, ni dia.

ikapi
Udah diliat kan, akrab kan sama logonya ?. Kalo saya…jadi inget logo topi sekolah waktu SD dulu. Tapi yang satu ini bukan logo yang waktu sekolah itu. Ini adalah logo dari Ikatan Penerbit Indonesia, umumnya disingkat saja jadi IKAPI. naah, pertanyaannya sekarang, sudah pernah denger kata itu belom?. Jangan ngaku udah kalo baru denger istilah itu satu kali ini ya ?.  Hehehe..

IKAPI itu apa?

Ikapi itu apa ya?.. yang bisa jawab, hayo ngacung paling tinggi. Nih, aku kasih clue, Kalo gak berantakan, itu apa? Irapi.., Kalo bahasa Indo nya cow itu apa? Isapi.. Haha, mulai ngaco deh. Gak ada hubungan sama sekali ya. kembali ke laptop or gadget mu ya. IKAPI itu tempat ngumpul-ngumpul seluruh penerbit yang ada di Indonesia. Naahh, kalo kamu bukan penerbit, sama kayak saya,  kamu  (ato kita) gak bakal bisa ngumpul bareng disana.  Tapi sebaliknya, kalo kamu emang salah satu penerbit buku, kongkow barengnya ya disini. IKAPI sudah berdiri sejak 17 Mei 1950, (kasian ya, lama banget bedirinya, ampe sekarang bo!) :). Jadi udah tuir ternyata. Pendirinya itu Sutan Takdir Alisjahbana, M. Jusuf Ahmad, dan Nyonya A. Notosoetardjo sebagai ketua IKAPI pertama. Salut sama jiwa-jiwa pembaharu dulu  yang susah banget dicari saat ini, *ngaca diri. Pada awal berdiri, IKAPI cuma punya 14 anggota, tapi… beda banget ama yang sekarang. Sekarang jumlah anggota IKAPI udah mencapai 1126 anggota. Dunia penerbitan di Indonesia meningkat pesat banget ya.

Teruusss, peran IKAPI itu apa?

Dari namanya aja, ketebak dong dia perannya apa. Ya, nerbitin buku. Ya, benar. Tapi cuma sedikit benarnya. IKAPI itu punya cita-cita luhur, disebut dengan Panca Daya IKAPI. lengkapnya berikut :

1. Usaha memperluas kesempatan membaca dan memperbesar golongan pembaca dengan jalan mendirikan perpustakaan desa

2. Usaha mengembangkan penerbitan buku pendidikan dan pengajaran dengan menarik biaya alat pengajaran

3. Usaha menyebarkan hasil cipta sastrawan indonesia dengan jalan mengekspor hak cipta dan mengekspor buku

4. Usaha melindungi hak cipta serta membantu penerbitan buku universitas dan buku-buku kategori kesusastraan, dan

5. Usaha mengembangkan industri grafika bagi keperluan pencetakan buku

Cita-citanya luhur banget kan?. Apalagi misi nya IKAPI teman-teman, bunyinya begini :

Ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui upaya penciptaan iklim perbukuan yang kondusif, pengembangan sistem perbukuan yang kompetitif, dan peningkatan profesionalisme asosiasi serta para anggotanya sehingga perbukuan nasional mampu berperan secara optimal demi mempercepat terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertanggung jawab

Gak tanggung-tanggung, misinya menciptakan terbentuknya masyarakat demokratis terbuka dan bertangungjawab. Ciri tersebut menunjukkan sikap-sikap manusia maju dan siap maju. Semoga terwujud di negeri kita ya, aamiin.

Sebagai seorang masyarakat awam, saya berharap IKAPI dapat bisa melaksanakan panca daya-nya. Banyak anak-anak Indonesia yang belum memiliki kesempatan untuk membaca banyak buku. Pendirian perpustakaan di desa-desa menjadi langkah yang tepat dalam mengembangkan dunia baca tulis masyarakat Indonesia. Dengan sekian banyak anggota IKAPI, para anggota dapat menghimpun kekuatan untuk menyediakan buku-buku yang bisa gratis dibaca anak-anak di pelosok-pelosok desa. Masih inget, waktu kecil dulu, saya susah banget nyari buku yang khusus untuk anak-anak.

Reformasi  IKAPI dalam mengembangkan dunia baca tulis di Indonesia

reformasi

Jika saya diberikan kesempatan untuk menjadi pengurus IKAPI. Saya lebih tertarik untuk ambil bagian dalam hal pengembangan. Yang akan saya lakukan antara lain:

1. Merancang desain web IKAPI untuk lebih menarik dan membuat asyik untuk dibaca

2. Menyusun rangkaian event tahunan, seperti Road Show Award di sekolah-sekolah. Pilihan SD, SMP dan SMA diatur sesuai budget aja kali ya, hehe. Road Show Award ini merupakan event pemberian award atau penghargaan pada anak usia sekolah tentang banyaknya jumlah buku yang sudah dibacanya selama satu semester atau satu tahun. Award ini juga harus menguji apakah ia benar-benar baca buku tersebut atau tidak.

3. Memberikan penghargaan kepada para penulis aktif  Indonesia, dilihat dari segi kuantitas dan kualitas buku yang telah dihasilkan dalam jangka waktu 5 tahun.

4. Memberikan penghargaan kepada para penerbit yang memiliki bagian CSR (Corporate Social Responsibility) yang terbaik dari seluruh penerbit.

Empat event ini dapat menjadi langkah yang baik untuk mengembangkan dunia baca tulis di Indonesia. Pemberian penghargaan menurut saya adalah cara yang ampuh. Kenapa?.. karena setiap orang suka mendapat perlakuan spesial. Perlakuan spesial seperti pemberian penghargaan akan memicu semangat setiap masyarakat untuk lebih banyak membaca dan lebih banyak menulis.

Indonesia menuju ‘gila’ baca dan ‘gila’ nulis. aamiin. Doa sama-sama ya good readers 🙂

poster-lomba-blogger-event-ikapi-PLUS-partner-web

sumber gambar : http://www.raspunzelfashion.blogspot.com
sumber referensi : http://www.ikapi.org

Advertisements

2 thoughts on “Lebih Dekat Dengan IKAPI

Comments are closed.