Gadis Petualang · Writing Contest

Senyum Lebaran Si Perantau

“Besok pagi kita berangkat  ke kampung nenek ya, sebelum pada brangkat pulang”.
“Siappp Mak, aku ikut ya”.
“Aku juga ya mak”.
Semua pada ngacung, ngajuin diri untuk ikut ke rumah nenek.

***
Silaturahmi ke kampung nenek, selalu jadi keasyikan sendiri buat saya.  Lancat (baca: Laccat) namanya. Sebuah kampung di daerah Sumatera Utara, yang letaknya dapat ditempuh kurang lebih dua jam dari tempat tinggal saya. Aroma-aroma daerah perkampungan, cuaca yang dingin, airnya yang dingin (pake) banget jadi magnet yang menarik untuk selalu rindu pulang ke kampung nenek. Ahh, kampung ini emang ngangenin.

alam

Tahun ini, hari keempat lebaran, rumah tidak ada jadwal untuk disambangi keluarga. Berasa keluarga seleb ajah, hahaha. Jadi, bapak dan ibu sepakat untuk ziarah pada hari itu saja. Di kampung, tidak ada nenek yang akan ditemui. (Tanya: Trus kenapa harus kesana?..). Saya dan keluarga hanya melakukan ziarah ke makam nenek laki-laki. Nenek perempuan sendiri sudah tinggal bersama kami dan sudah tidak mampu untuk berpergian jauh. Jadi tema mudik kali ini, wisata religi kawans, hehe.

Sepanjang jalan, saya dan adik perempuan saya satu-satunya, (iya, karena emang punya satu :)), memanfaatkan waktu dengan sangat baik dan maksimal. Selfie sepanjang jalan. Memang, kalo kita bedua dah ketemu dan gak jauh dari gadget jadi lupa diri. Maklum saja ya, ketemunya pas mudik doang soale, hehe. Hidup pada zaman ini memang gak lengkap kalo tanpa photo2. Berasa hambar, hahaha. bener khan? 🙂

Senyum selfie sepanjang jalan
Senyum selfie sepanjang jalan

Sesampai dirumah nenek, istirahat sebentar (capek juga haha hihi sepanjang jalan), dan isi perut (suasana sangat mendukung perut lapar kawans). Setelah menunggu hujan reda, operasi khusus pun dijalankan. Cuss, bawa peralatan perang, uppss, perlengkapan ziarah maksudnya :). Payung (takut hujan turun lagi,kayak lirik lagu), handuk kecil, buku Yasin, serta satu ceret berisi air, dan jangan lupa bawa hp, hadeuuhhh, ini ziarah apa pemotretan ya. Untuk mengabadikan momen biar inget mati maksudnya (alibi lagi).

suasana setelah diguyur hujan,tambah dingiiiinnn
suasana setelah diguyur hujan,tambah dingiiiinnn

 

Setelah selesai ziarah, beberapa tetangga datang berkunjung ke rumah, Alhamdulillah disuguhin teh manis anget dan kopi. Emang pasangan klop kalo lagi dingin2 begini. Ada yang kurang, pisang goreng hangatnya mana ya?.. Haha, dikasih ati, minta jantung. Maaf-maff, trimakasih banyak teh manis hangatnya ya kak :).

si adik kecil yang malu-malu
si adik kecil yang malu-malu

Lebaran ke kampung ini tambah seru lagi, waktu ketemu pohon, yang lagi ranum2nya (buah kali) secara kebetulan sama warna kostum hari itu, Ahhh, berasa ketemu jodohnya ni hari, hahaha lebay banget dah. Langsung klik 🙂

purple oh purple
purple oh purple
Advertisements

2 thoughts on “Senyum Lebaran Si Perantau

Comments are closed.