Writing Contest

Berbuat “DOSA BESAR” Demi Kepala Enam dan Bahagia

“Desember ini Nenek berumur 99 tahun lho”
“Masa’ Ma?”
“Beneerr, kan Nenek lahir tahun 15, Mama aja sengaja ngitung kemarin, gak percaya awalnya”
“Bentar, bentar, tak hitung dulu, Iya, bner Ma 99 tahun. Waahh, umur kita nyampe gak ya Ma :)”

***
Seorang wanita yang gigih, kuat, aktif, soleha dan cantik, itu sosok Nenek di mata saya. Berjuang sendiri demi kehidupan 5 putra putrinya bukanlah hal yang mudah sepeninggal kepergian suami di umur pernikahan yang baru 9 tahun. Usia pernikahan yang masih muda bukan?. Masa-masa yang dipenuhi perjuangan demi pemenuhan kebutuhan sejengkal perut dan  kebutuhan sekolah, begitu kata nenek.

selfie with nenek cantik ^_^
selfie with nenek cantik ^_^

***

Punya umur hingga kepala 9, memang tidak termasuk dalam daftar doa saya.  Membayangkan hidup hingga umur segitu aja sudah membuat saya ragu. Ragu kenapa?. Ragu apakah saya masih bisa baik dan bermanfaat bagi keluarga di masa depan, atau justru sebaliknya.  Punya umur hingga kepala 7, itu yang saya minta pada Sang Pemilik Umur. Entah kenapa, angka 7 menjadi pilihan saya. Dalam fikiran saya yang baru bisa berkhayal ini, pada umur 70-an saya (insy) bersama suami sudah melihat anak dapat berdiri di kakinya sendiri, ngumpul bersama dan bersenda gurau dengan cucu. Aaaahh, khayalan futuristik banget dah, Semoga bahagia kelak, insy :).

Berbuat “Dosa Besar” Demi Tua Bahagia
Berbuat “Dosa Besar” yang dimaksud disini, bukan definisi real temans. Serem juga kalo sampe ngelakuin hal yang ekstrem itu. Naudzubillah..

“Dosa Besar” berisi pesan dan tindakan untuk diri sendiri menuju umur lebih dari 60 tahun. Jika dikategorikan dalam skala, usaha menuju usia kepala enam itu,saya di usia yang masih muda ini, masih kepala dua, terima aja, masih muda ya, hehehe. Saya masih sedang mempersiapkan menuju hari penuh garam kehidupan itu. Jika masuk kategori sudah, saya sendiri merasa belom banyak melakukan persiapan untuk hari itu. Ahh, ternyata tak gampang juga menjadi orang yang berumur ya ;). Berikut beberapa pesan dan tindakan yang sedang saya lakukan biar tetap cantik dan bugar di depan cucu, halaahh ngomong apa ini, hahaha.

Rumusan Dosa Besar
Rumusan Dosa Besar

Doyan makanan sehat

You are what You Eat, itu tuntunan makan yang saya terapkan sehari-hari. Menjaga jenis makanan dan minuman yang sampai ke perut. Akibatnya saat ini tubuh jadi lebih sensitif. Terlambat makan siang saja, sudah berakibat pusing di malam harinya. Terlalu banyak makan diluar, like chinese restaurant syndrome, juga beroleh pusing. Nah, ini pertanda saya gak jodoh kalo jalan-jalan ke China kayaknya, hahaha. Picky eater, itu julukan teman saya, saya sangat pemilih dalam hal makan dan memakan. Konsep makan  ini berlaku kalo dalam kondisi normal.  Tapi berbeda kalo sedang jadi traveller, siap berubah jadi omnivor, hehehe. Di saat tua nanti, semoga kesadaran ini tidak pupus dimakan karat kehidupan 🙂

es krim dan masa tua
Semoga di hari tua nanti, masih bisa makan es krim juga 🙂

 

Olahraga

fun moment saat senam ^_^
fun moment saat senam ^_^

Kalo mau jujur, saya bukan pecinta olahraga. Satu  aktifitas dengan tingkat keseringan yang jarang (bahkan sangat jarang) saya lakukan. Olahraga yang saya gemari sejak SD ya senam, masih pada ingat kan SKJ, Senam Kesegaran Jasmani, yang  dulu wajib dilaksanakan sebelum masuk kelas. Gak usah cari saya dibarisan belakang Sobs, saya  ada dan selalu di barisan paling depan, hehehe. Naah, kalo saat ini, saya masih enggan untuk melakukan olahraga ini. Kenapa?, gak ada temannya Sobs,kumpulan ibu-ibu di komplek juga udah pada bubar, jadi ikutan bye bye cantik juga dah. alibi apa alibi nih, haha. Masih lebih seneng senam jari di depan laptop sodara sodari, hihi. Moga ibu-ibu sehat nan cantik mendatangkan guru senam baru di komplek rumah, hihi.

Silaturahmi

silaturahimPernah denger pesan bijak ini?.. ” Siapa yang ingin dilapangkan rizkinya, dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia meyambung tali silaturahimnya.  Aku sih ambil langkah percaya saja, dan sudah terbukti dalam beberapa episode kehidupan saya. Bukan satu atau dua cerita. Silaturahmi memang jalan rezeki.  Menjaga persahabatan, tetap jalin komunikasi baik dengan keluarga, sahabat, teman sejawat merupakan pembuka kunci datangnya rezeki. Semoga tetap dapat melaksanakannya, hingga tua nanti.

Aktif dalam berbagai komunitas

Naah, kalo yang satu ini, masih sedang dirintis. Buka pikiran, buka hati dan buka diri, itu prinsip hidup orang sehat  mental menurut saya. Bergabung dan berusaha untuk berperan aktif dalam setiap komunitas yang saya minati baik komunitas menulis atau berbagi.  Emak – Emak Blogger, Dblogger, Warung Blogger, Komunitas Bisa Menulis, Ibu-ibu Doyan Nulis merupakan beberapa komunitas yang memberi banyak peluang dan cahaya bagi kehidupan saya. Mengenal emak-emak yang dengan seabreg tugas di rumah, tetapi tidak kalah kiprahnya dalam dunia menulis. Dan juga mengenal Pakde  Cholikyang intensitas aktifitasnya sangat tinggi. Huwaaa, malu sayah yang masih muda ini *tutup muka. Sangat berharap bisa meniru jejak sukses mereka.  Tahun ini ada satu incaran komunitas yang saya sangat ingin bergabung, PAY (Pecinta Anak Yatim) namanya. Alhamdulillah sudah dapat kontak personnya untuk basecamp Depok. Semoga bisa segera berbagi bahagia disana :).

Berbakti kepada Orangtua

Orangtua adalah anugerah, hadiah cuma-cuma dari Tuhan untuk memperoleh tiket ke surga. Tiket ini berhadiah surga. Surga diperoleh dengan melakukan bakti kepada keduanya, Bapak dan Emak di rumah. Saya percaya, berbakti kepada orangtua adalah jalan menuju hidup bahagia di hari tua, dan insy hadiahnya berbuah surga. Usaha bakti  ini merupakan perjuangan sepanjang hayat masih dikandung badan.

Enjoy Life

Enjoy aja..*gi nyanyi ceritanya. hehehe.  slogan terkenal dari sebuah produk rokok di tanah air. Nadanya juga sudah akrab di telinga. Ya, menikmati hidup. Mari nikmati saja hidup ini kawans, hidupmu, hidup kita. Hidup tak selamanya cerah, ada malam yang menyapa. Hidup tak selalu diatas, terkadang dibawah, itulah dinamika kehidupan. Sensasi manis pasti terasa setelah pahit, coba saja makan bunga pepaya yang pahit, pasti ada manis di ujung rasa.  Disitu letak sensasinya, letak nikmatnya kehidupan.

Aq cuma punya rambut 8 biji, Enjoy Ajaaa ^^
Aq cuma punya rambut 8 biji, Enjoy Ajaaa ^^

Sedekah

Sedekah demi kehidupan yang melimpah berkah, kata petuah bijak. Sedekah punya banyak manfaat, mulai dari memperlebar jalan rezeki, menghalangi datangnya musibah, menyembuhkan penyakit dan bahkan memanjangkan umur. Sedekah bisa dalam bentuk apa saja. Gerakan sholat menjadi sedekah bagi tubuh, membantu orang lain juga termasuk sedekah, bahkan senyum menjadi sedekah paling murah dan paling gampang (kalo lagi manyun pasang fake smile aja kawans, hehehe).

Absolutely, ber -Tanggungjawab pada hidup hari ini

Tanggungjawab, bukan jawab tanggung ya kawans :). Tanggungjawab, bentuk terimakasih pada diri sendiri, pada orangtua, pada sesama, juga kepada Tuhan atas segala bentuk nikmat hidup yang sudah dilimpahkan. Berterimakasih untuk nafas yang sedang dihirup agar tidak sia-sia kasih sayang yang diberikan Tuhan. Bertanggungjawab sepenuhnya dan sebaiknya atas nikmat sebagai anak, nikmat pekerjaan, nikmat bisa jalan-jalan, nikmat tidur nyenyak, nikmat punya sahabat, nikmat bisa mudik, ahhh… nikmat Tuhan mana yang kita dustakan ya. ^_^

Rajin berdoa

Umur, yang menentukan panjang pendeknya adalah hak mutlak Tuhan. Entah saya, Anda, atau kita, bisa sampai kepala enam atau tidak, hanya Tuhan yang tau. Kita, manusia hanya bisa berusaha dengan menadahkan tangan, meminta pada Sang Pemilik Umur untuk memanjangkan titipan umur. Hanya dengan doa, mengandalkan kekuatan doa untuk merubah takdir kehidupan, termasuk takdir umur. Semoga umur yang dititipkan menjadi umur yang berkah dan bermanfaat.

Self Reminder
Berfikir keras dan berimajinasi ke masa depan, pesan mendalam dari menulis artikel ini. Bukan hanya sekedar GA menuju ultah Pakde, namun tulisan ini menjadikan anak muda, khususnya saya untuk menjadi insan yang lebih bertanggungjawab di masa depan. Hidup memang sebuah novel yang dihakimi oleh takdir Tuhan. Namun, kita masih diberi hak untuk mendesain hidup kita sendiri. Manusia punya hak untuk berencana dan berusaha, termasuk untuk berencana hidup lebih dari  60 tahun atau bahkan seribu tahun lagi (bagi yang mau ini mah :)) dan insy bahagia.

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64

Giveaway-64-tahun-300x224

 

Sumber Gambar:
www.prevention.com
furiku88.wordpress.com
forums.klikajadeh.net

 

Advertisements

14 thoughts on “Berbuat “DOSA BESAR” Demi Kepala Enam dan Bahagia

    1. Coba klik link yang dipasang pada kalimat penutup ini ” Artikel ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu: Road To 64″ agar tahu larinya kemana. Thanks

Comments are closed.