Food, Nutrition, and Health

Pencegahan dan Pengobatan Tb Resistan Obat

Pepatah yang menyebutkan, “Mencegah lebih baik dari pada mengobati”, adalah mutlak benar. Jika sudah terjangkit dan diserang penyakit akan membutuhkan waktu untuk kembali ke posisi sembuh dan sehat seperti semula. Pencegahan menjadi sebuah kata ampuh untuk dapat terhindar dari jenis penyakit apapun. Kuman Tb ada dimana-mana, di tempat kerja, di sekitar rumah, di mal, maka pencegahan yang paling efektif adalah untuk memiliki gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat yang bagaimana?.. Anda bisa menerapkan beberapa sikap ini :
1.Jangan telat makan, mengkonsumsi makanan dengan gizi yang cukup
2. Jika lelah lebih baik istirahat lebih dahulu
3. Hindari stres fisik
4. Hindari stres mental
5. Tidak merokok

Bakteri atau sumber penyakit datang menyerang kapan saja. Saat tubuh kita kuat kita bisa menghalangnya, namun sebaliknya, saat ketahanan tubuh kita melemah, itulah waktu yang menjadi sasaran empuk bagi si sumber penyakit. Namun disaat, anti bodi sudah tidak mampu bertahan, pengobatan menjadi langkah selanjutnya yang harus kita lalui untuk bisa sembuh dan sehat.

Setelah membahas Tb bisa disembuhkan di tulisan sebelumnya, kali ini akan membahas dua jenis Tb yang lainnya, yang pertama Tb yang resistan obat dan yang kedua Tb MDR (Multi Drug Resistant).  Kedua jenis Tb ini dicetus dari pengobatan Tb dengan tata laksana yang tidak standar, baik dalam hal panduan, lama, dan cara pemberian pengobatan.

Tb Resisten Obat

Tb resisten obat
Ilustrasi bakteri Tb yang resisten obat

Tb resisten obat adalah jenis penyakit Tb dimana bakteri Tb mengalami resisten atau kebal terhadap salah satu komponen obat anti Tb.

Tb resisten obat dapat menyerang siapa saja, dan umumnya terjadi pada orang yang : (1) tidak menelan obat Tb secara teratur yang disarankan oleh petugas kesehatan (2) sakit Tb berulang serta pernah mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan Tb sebelumnya (3) datang dari wilayah yang mempunyai beban Tb resistan obat yang tinggi (4) kontak orang dengan seseorang yang sakit Tb resisten obat.

Pengobatan Tb Resisten Obat

obat khusus untuk penderita Tb yang resistan obat
obat khusus untuk penderita Tb yang resistan obat

Untuk jenis Tb resisten obat, pasien dapat disembuhkan dengan meminum obat Tb  yang khusus untuk penyakit Tb resisten obat yang diberikan oleh dokter secara teratur setiap hari, selama 6 bulan. Panduan meminum obat harus dilakukan setiap hari tanpa ada jeda, atau alasan lupa. Jika tidak, penderita Tb akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Tb MDR

ilustrasi bakteri Tb yang sudah resistan
ilustrasi bakteri Tb yang sudah resistan

Tb MDR adalah Tb yang kebal terhadap sedikitnya dua jenis obat (rifampisin dan isoniazid)  dari empat jenis obat yang biasa digunakan untuk pengobatan TbTb jenis ini sangat berbahaya karena sangat mematikan dan juga sangat sulit diobati. Berbeda dengan Tb biasa yang hanya butuh 6 bulan saja untuk sembuh.

Pengobatan Tb MDR

 

Pasien harus datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk pengobatan setiap harinya dan melakukan check up laboratorium. baiknya puskesmas atau rumah sakit tersebut merupakan  puskesmas atau rumah sakit yang terpercaya dan terbukti mampu memberikan pengobatan yang maksimal kepada pasien, seperti misalnya RS Persahabatan.

Rumah sakit ini sudah memiliki teknologi maju dalam mendiagnosis Tb MDR yang mampu mempersingkat waktu diagnosis dari 8 minggu menjadi dua jam saja.  Kecepatan waktu mendiagnosis ini menguntungkan bagi seluruh pihak, baik pasien dan lingkungannya. Pasien dapat dengan lebih cepat memulai waktu pengobatannya, seiring juga tidak menunggu waktu selama 8 minggu yang memiliki potensi lebih banyak orang lain tertulari.

Untuk pencapaian hasil maksimal dalam hal penanganan dan pengobatan Tb, rumah sakit juga harus melakukan perbaikan dalam hal fasilitas pengobatan dan juga peningkatan kualitas dokter tentang pengobatan dan penanganan pasien Tb. Dari sisi lain, produsen pengadaan obat Tb diminta untuk meningkatkan kualitas obat yang diproduksi dan dijual di Indonesia.

Pengobatan Tb MDR membutuhkan waktu lebih lama, yaitu hingga 18-24 bulan dan selama enam bulan mengalami pengobatan dengan suntikan.Minum obat dan menerima suntikan obat secara teratur adalah hal yang wajib, kudu dilakukan oleh si penderita. Pengobatan ini menimbulkan beberapa efek samping seperti mual, sakit perut, diare, dan sakit disekitar badan yang disuntik. Efek samping yang dialami ini tidak menjadi alasan untuk menghentikan pengobatan, pengobatan harus terus dilanjutkan hingga sembuh secara total.

Beberapa bulan selama masa pengobatan, penderita mulai akan merasa sehat, dan uji lab pun menunjukkan tanda negatif pada hasil pemeriksaan. Di saat seperti ini, penderita tetap harus meminum obat secara teratur. Jika tidak, bakteri akan berubah menjadi lebih resisten, lebih kebal terhadap obat dan lebih sulit untuk diobati dan disembuhkan. Si penderita juga bisa menularkan lebih banyak lagi kuman Tb ke orang-orang disekitarnya. Namun jika tetap patuh pada aturan dan anjuran dokter, bukan hal yang mustahil penderita Tb MDR bisa sembuh dan sehat secara total.

sumber referensi :

http://www.tballiance.org/why/mdr-xdr.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis
http://www.tbindonesia.or.id

sumber gambar :

http://www.scilogs.com
http://www.youtube.com/watch?v=ID4D2lAqLVo

Advertisements