Writing Contest

Lebih Berarti di Usia “Lebih”

Masih terbayang, ketika duduk di bangku sekolah dasar, ibu memberikan uang jajan sebesar Rp. 1000. Uang dengan jumlah tersebut tidak berarti apa-apa zaman sekarang. Dulu, jajan dengan nominal tersebut, bisa digunakan untuk biaya transport ke sekolah dan sekaligus uang jajan yang sudah terhitung mahal saat dulu. Namun, tidak untuk sekarang. Menikmati dan menghabiskan uang seribu ketika SD jika dibandingkan dengan saat sekarang, sangat bertolak belakang. Uang dengan jumlah tersebut jika diperuntukkan untuk uang transport anak sekolah saat ini, tidak akan mencukupi memakai angkutan umum. Terlihat sangat jelas bukan, bahwa nilai uang itu semakin kita menua akan semakin tinggi. Saat ini, butuh uang dengan jumlah nominal lebih banyak untuk memenuhi sebuah kebutuhan yang sama jika dibandingkan dengan saat waktu dulu. Nilai nominal barang atau jasa kian hari kian tinggi. Dunia perekonomian akan menggilas siapapun yang tidak mampu bertahan.

***

Di sisi lain, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan. Tetapi tidak untuk menjadi tua. Memiliki umur yang terus bertambah adalah sebuah keniscayaan bagi seseorang yang masih terus diamanahi untuk terus menghembuskan nafas. Menjadi tua atau tidak muda lagi itu mutlak, kawan 🙂

Jika kita terus muda maka menjadi tua bukanlah sesuatu hal yang perlu perhatian. Just enjoy your life. Namun, balik lagi, memiliki umur yang kian bertambah itu mutlak kawan :).

Kekuatan kita untuk terus produktif memiliki keterbatasan.

Elderly 2

Ada masa dimana kita tidak bisa bekerja fulltime, 8-10 jam dengan kualitas yang prima. Ada masa dimana kita harus melepaskan dengan rela atau tidak rela sebuah jabatan atau pekerjaan yang sudah kita bangun ketika angka 5 atau angka 6 sudah menyentuh umur kita. Ada masa dimana kita harus pension dari pekerjaan kita. Kenapa?. Karena umur kita sudah tidak termasuk kategori produktif lagi. Ya, umur produktif kita terbatas.

Pensiun

Dengan keterbatasan umur produktif tersebut, kita tidak hanya bisa pasrah dan mengandalkan ke’iba’an Tuhan saja di saat masa tua nanti. Menyadari hal tersebut kita tidak hanya bisa mengandalkan doa kesehatan dan keselamatan. Kita diwajibkan ikhtiar bukan?. Kira-kira apa bentuk ikhtiar atau usaha yang kita bisa lakukan saat ini?. Saat muda, saat dimana kita memiliki umur produktif. Seperti kata Bung Rhoma Irama dalam lirik lagunya, “masa muda masa yang berapi-api”. Nah, masa muda adalah masa yang dapat kita manfaatkan untuk mempersiapkan masa tua yang lebih baik. Jangan tunggu nanti kawan, tapi saat ini juga. Ya, saat ini, ketika kita masih muda.
Jangan tunggu esok hari, tapi lakukan, persiapkan saat ini juga.

Esok, belum tentu kita selalu diberi rezeki sehat bukan?.

Sehat menjadi sebuah barang yang sangat mahal ketika masa tua nanti. Terlebih jika kita, tidak menjaga kesehatan dengan baik selagi muda. Berbagai jenis penyakit akan lebih mudah menyerang dengan kondisi tubuh yang sudah ringkih. Sakit datang tanpa permisi, bisa menyerang siapa saja dan bisa menyerang kapan saja.

Anda tak ingin menjadi beban keluarga atau anak saat tua nanti bukan?.

Terlebih jika anda berada dalam kondisi sakit-sakitan. Everybody knows, biaya pengobatan lebih tinggi daripada biaya pencegahan. Masuk ke dalam daftar biaya pengeluaran dari keluarga anda sendiri, tak seorang pun menginginkannya, saya yakin begitu juga anda. Mari persiapkan diri sejak muda, secara fisik dan finansial tentunya, ketika masa tua itu sudah mulai mengintip. Jangan sampai terlambat jika tidak ingin menyesal di kemudian hari.

Jika diberikan kesempatan untuk menjadi tua dan pasti

ingin bermain atau melihat cucu tumbuh besar dan dewasa,

Tua bahagia

anda pasti sangat ingin memanjakannya. Seorang nenek atau kakek pasti ingin berbuat banyak untuk cucunya. Membuat cucu tersenyum merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang nenek/kakek. Hal tersebut, saya alami dari nenek saya sendiri. Ia selalu ingin memanjakan cucunya dengan segala hal yang ia miliki. Ada sebuah lukisan senyum spesial yang hanya tampak saat ia berbahagia dengan cucunya. Hal yang juga ingin saya bagi, jika kelak diberi anugerah untuk melewati masa tua yang bahagia. Haha, ketinggiankah impian saya? 😉

Saya kira tidak ada impian yang ketinggian, jika kita mempersiapkan untuk bisa layak berada pada impian tersebut, dengan kemurahan Tuhan juga pastinya. Selama kita hidup dengan harapan positif, hal positif tidak akan menjauh. Senantiasa ada.

Menjadi mandiri di usia lebih, bukanlah impian yang ketinggian bukan? 🙂

BNI Simponi

Seperti BNI Simponi yang telah menghadirkan sebuah harapan yang lebih baik di masa tua kelak. BNI Simponi merupakan layanan program pensiun yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa melihat profesi apapun anda. Program BNI Simponi diperuntukkan bagi siapapun yang ingin lebih bisa menikmati masa di usia ‘lebih’ dengan lebih sejahtera. Jika Anda termasuk kategori tersebut, silahkan turut merasakan ke’lebih’an yang ditawarkan oleh bank yang sudah tidak muda ini.

Program layanan sebuah bank, terkadang masih dipertanyakan oeh si calon nasabah, selalu ada saja pertanyaan yang ingin disampaikan. Apa manfaat yang akan diperoleh, bagaimana cara turut serta, pada usia berapa dapat menikmati dana pensiun. Setoran awal minimal untuk bisa menjadi salah satu nasabah program layanan ini hanya mengeluarkan iuran sebesar Rp. 250.000. Melengkapi aplikasi pendaftaran dan membawa kartu identitas berupa KTP, anda sudah bisa langsung menjadi peserta BNI Simponi. Naahh, yang lebih memudahkan lagi adalah, BNI Simponi hanya menetapkan iuran minimal sebesar Rp.50.000 setiap bulannya. Usia nasabah untuk bisa menikmati dana pension ini adalah mulai umur 45 tahun. Jika sudah memasuki usia tersebut, nasabah sudah dapat mendapatkan manfaat pensiun bulanan selama seumur hidup. Dan dana pensiun BNI simponi ini juga dapat diteruskan kepada ahli waris. Program layanan ini juga dapat dinikmati secara online, jadi tidak perlu untuk mengantri di bank.

BNI Simponi memiliki empat macam manfaat, (1). Pensiun normal yang bisa diberikan kepada nasabah saat mencapai usia pensiun, (2). Pensiun dipercepat dimana nasabah bisa diterima jika berusia minimal 10 tahun dari usia pensiun normal dan berhenti dari layanan program, (3). Pensiun Cacat yang dibayarkan jika nasabah mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iuran, dan yang ke (4). Pensiun meninggal dunia, jika nasabah meninggal dunia sebelum usia pensiun normal.

BNI Simponi sudah memberikan aneka kemudahan untuk turut serta dapat mempersiapkan masa usia ‘lebih’ dengan berbagai kelebihan. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak mempersiapkan dana pensiun selagi masih muda. Mari nikmati kelebihan BNI simponi di usia ‘lebih’.

menabung

BNI SimponiUntuk keterangan lebih lanjut, dapat membaca informasi lebih lengkap disini http://bit.ly/BNI_Simponi

sumber gambar:
rudiyanto.blog.kontan.co.id
chestcracker.blogspot.com
generalibest.blogspot.com

 

Advertisements

3 thoughts on “Lebih Berarti di Usia “Lebih”

  1. BNI SIMPONI? baru denger mak,,, saya gimana caranya mau nabung,yang mau ditabung juga belom punya..hihiihii..semoga beruntung ya mak aaamiiin :))

  2. asyik, akhirnya ketemu juga upadatea blognya, BNI simponi cocok buat kita yg memikirkan masa pensiun mandiri dan sejahtera ya 🙂

Comments are closed.