Food, Nutrition, and Health

Sadari, Ancaman Besar Dekat Dengan Anda

Ancaman, kata yang tidak hanya akrab namun ia juga menghantui Anda, dekat dengan Anda, ada di sekeliling Anda. Berbicara mengenai ancaman akan menimbulkan sikap mawas diri terhadap siapapun yang mendengar atau membacanya. Terlebih terhadap ancaman kesehatan, setiap jiwa yang ingin sehat secara fisik idealnya waspada terhadap ancaman yang ada disekitar Anda.

Berbagai ancaman kesehatan sedang menguntit di sekeliling Anda. Mikroba di gagang pintu, di meja kantor, di alat tulis yang baru saja dipinjam oleh rekan Anda yang sedang flu berat, di pegangan tangga, di telepon genggam, di mouse laptop anda, dimana-mana. Semua makhluk kecil itu mengintai dan tak pernah mengenal kata lelah dan jemu untuk terus menguntit Anda. Saat Anda masih dalam kondisi fisik yang kuat, satuan ‘laskar’ mikroba itu kalah, tetapi saat Anda lengah, lelah Anda bisa kalah dengan serangannya. Laskar mikroba ini, tumbuh, menyebar, menjangkiti dan menyerang sampai titik batas optimal kesehatan Anda.

Nun jauh di sana, di Desa Kedung Kelor, Kecamatan Warureja, Tegal, seorang gadis dengan umur hampir seperlima abad, Sebut saja namanya Rani, hanya sekedar nama samaran. Lahir dalam kondisi sehat, lengkap dan kondisi normal. Hingga suatu hari, di umur yang menginjak 5, ia ber ’kenal’an dengan salah satu jenis laskar mikroba, cacing Filaria. Pertemuan tersebut menyiratkan luka yang tidak sebentar. Langkah kaki yang biasanya mengayun normal kini tidak lagi. Langkah yang awalnya beriringan menjadi timpang. Kaki kanan Rani perlahan tumbuh membesar dan semakin besar.

kaki gajah

Penyakit yang ditimbulkan sumbatan cacing filarial di kelenjar / saluran getah bening ini dikenal dengan sebutan ‘kaki gajah’. Di Indonesia ditemukan 3 jenis cacing filarial, yaitu Wucheria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori.

Seseorang tertular filariasis jika digigit nyamuk yang mengandung larva yang terinfeksi cacing filarial. Nyamuk yang menularkan filariasis adalah Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes dan Armigeres. Nyamuk ini tersebar luas di seluruh Indonesia sesuai dengan keadaan lingkungan habitatnya.

Di Indonesia cacing Filaria tumbuh tersebar luas. Cacing Filariasis umumnya tumbuh di daerah tropis, dataran rendah terutama pedesaan, pantai, pedalaman, persawahan, rawa-rawa dan hutan. WHO menetapkan cacing Filaria merupakan penyebab kecacatan permanen nomor dua.

Gigitan ini dapat mengakibatkan perubahan bentuk pada kaki, sehingga kaki berubah menjadi besar seperti kaki gajah. Cacing ini menyerang kulit, yang menyebabkan kulit menjadi gatal, dan scratch marks (bekas garukan). Akibat yang ditimbulkan mengakibatkan kulit menjadi kering dan tebal.

Gejala awal yang dapat dilihat jika terjangkit penyakit ini adalah mengalami demam, mengigil, sakit kepala, muntah dan lemah yang berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu. Selain itu terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yaitu di daerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit. Tanda-tanda parahnya ada penyakit ini adalah terjadi radang di saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan. Pembengkakan ini dapat pecah sehingga mengeluarkan nanah serta darah. Terjadi pembengkakan dan pembesaran pada tungkai, lengan, buah dada dan buah zakar.

Hadirnya ancaman disekeliling kita, bukannya hal mustahil untuk melakukan pencegahan. Penderita penyakit kaki gajah, diharapkan memeriksakan diri ke dokter secara sadar untuk memperoleh penanganan . Penanganan dengan pemberian obat-obatan agar tidak menyebarkan penularan kepada yang lainnya. Terkecuali pada kasus penyakit kaki gajah yang sudah parah atau sudah membesar karena terlambat terdeteksi, selain pemberian obat-obatan juga perlu melakukan tindakan operasi.

Pemerintah khususnya yang berkenaan dengan kesehatan perlu melakukan pemberantasan nyamuk untuk memutus mata rantai penularan penyakit secara intensif dan periodik.

Sedangkan oleh masyarakat sendiri, dapat melakukan tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk khusunys infeksi filariasis, misalnya pembersihan lingkungan dari genangan air, menimbun, mengeringkan dan mengalirkan genangan air agar tidak menjadi sarang nyamuk, dan pembersihan semak-semak di lingkungan rumah. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan di rumah adalah : menggunakan elambu sewaktu tidur, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan, menutup lubang ventilasi rumah dengan kawat kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk.

Dengan kerjasama yang baik, mulai dari pencegahan diri sendiri, penjagaan kebersihan lingkungan dan dukungan dari pemerintah, cita-cita penghilangan penyakit filariasis ini akan tercapai di tahun 2020. Tidak akan ada “Rani” lain lagi yang terinfeksi.

 

 

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Filariasis
http://drismailyusuf.blogspot.com/2008/06/filariasis.html
http://kotakpencil.wordpress.com/kesehatan/penyakit-kaki-gajah-filariasis-atau-elephantiasis/
http://abdulbasithalzufri.blogspot.com/2012/11/penyakit-kaki-gajahfilariasis.html

 

Advertisements

2 thoughts on “Sadari, Ancaman Besar Dekat Dengan Anda

Comments are closed.