life book

Resensi : Gara-Gara Indonesia karya Agung Pribadi

gara2-indonesia-600x600

Mempelajari sejarah bukanlah sekadar untuk mengetahui masa lalu, tapi lebih dari itu adalah memahami masa depan. (hlm. 191). Ada pepatah bijak mengatakan : orang bodoh melakukan kesalahan yang sama. Orang pintar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Orang pintar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Orang bijak, belajar dari kesalahan orang lain. Sebenarnya itulah inti dari belajar sejarah. Dari sejarah kita bisa belajar, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Dari sejarah kita tahu besarnya potensi diri. (hlm 190).

Historivator pertama di Indonesia, sebutan lain untuk Sang penulis. Historivasi berasal dari kata histori dan motivasi.  Historivasi adalah  salah satu upaya untuk menjadikan  sejarah bukan sekedar hafalan, bukan sekedar mengetahui urutan peristiwa, tapi lebih dari itu.

Buku ini dibagi atas 3 tema pilihan, Gara-Gara Indonesia, Hanya Indonesia Berani Beda dan Indonesia Lebih Hebat. Masing-masing tema didukung beberapa cerita yang menunjukkan bahwa Indonesia pernah menjadi negara hebat.

Beberapa kalimat penggugah :

  • Dari sejarah kita belajar untuk memilih tindakan yang tepat di masa depan (hlm.14)
  • Jalur Pantura yang kita kenal saat ini, tidak lain dibuat dan dirintis oleh Daendels. Lucunya, setelah hampir lebih dari tujuh puluh tahun merdeka, tidak banyak jalan baru yang dibuat oleh pemerintah (hlm. 37)
  • Pemerintah dipilih dan mendapatkan kepercayaan untuk mengatur, sehingga tuntutan bahwa pemerintah harus mampu mengatur adalah suatu kewajaran (hlm. 41)
  • Dunia bebas malaria karena Indonesia, Fakta sejarah ini cukup membuktikan bahwa Indonesia sangat berperan dalam mengubah peta dunia di bidang kesehatan (hlm. 61)
  • Wilayah laut dunia damai karena Indonesia, Di masa lalu Indonesia dikenal sebagai bangsa pelopor bukan pengikut (hlm. 69)
  • Belajar dari sejarah, ternyata sebagian besar perang kita dikalahkan karena salah negosiasi (hlm. 104)
  • Pemuda di masa lalu dibentuk oleh keadaan yang membuat mereka sadar bahwa mereka harus berbuat sesuatu untuk masa depan mereka (hlm. 146)
  • Pemuda di masa kini dilenakan oleh lingkungan dan kurikulum pendidikan yang melupakan semangat perjuangan. Mungkin kita harus evaluasi (hlm.146)

Bung Karno juga mengingatkan pentingnya sejarah dalam salah satu pidatonya yang terkenal Jas Merah, yang merupakan singkatan dari Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. Dari sejarah kita bisa melihat semua dimungkinkan. Semua pilihan ada di tangan kita (hlm. 192)

Apakah dengan kondisi sekarang, Indonesia punya modal menjadi kekuatan baru? (hlm.195)

Buku historivasi ini merupakan buku yang patut dan wajib dibaca oleh setiap anak bangsa atau menjadi buku pendamping dalam mempelajari sejarah bangsa. Berharap akan lahir lebih banyak lagi historivator di Indonesia.

Judul                                       : Gara-Gara Indonesia

Penulis                                    : Agung Pribadi

Editor                                     : Annisa Daulay, Herti Annisa

Proofreader                           : Dina Lathifah Horman, Nurul Aini, Rabiah Adawiyah, Nadita, Delia Fitri Sarah, Hilda Emil

Penata letak                           : Diyan Sudiharjo

Desain sampul                       : Tuarzuan AFC

Penerbit                                 : Asma Nadia Publishing House

Terbit                                     : Desember 2013

Tebal                                      : 210 hlm.

ISBN                                       : 978-602-9055-16-0

Advertisements