Percik Hati

Maafkan Bukan Malaikat

Perlahan, ku eja hirupan nafas ini
Ada ragu menyeruak
Ia membuncah kosong
Menumpahkan lara yang tersimpan rapi
Melahirkan ragu dan tanya yang kian membesar
Maafkan aku bukan malaikat

Hadir semburat cahaya
Setia menemani
Menenangkan jiwa
Enyahlah semua lara
Habislah semua resah

Maafkan, aku bukan malaikat
Setitik lara hadir
Mengalunkan nada resah di semilir penghujung malam
Tak kulihat jua kau di ujung lorong ini
Menjawab teka teki berkepanjangan

Dalam sadar kutau engkau menguntit
Dalam nyata hadir dalam keburaman
Dalam gelap tulus berbagi cahaya

Ibarat langit tempatku menggantungkan mimpi
Ibarat lembaran usang tempatku belajar
Maafkan, aku bukan malaikat

Nyata meski tak nyata
dan..
Bukan sekedar angan

Kupacu langkah
Terus berlari
Menjemput asa dan cita
Dengan rasa yang tak biasa
Menuju penghujung lorong ini
Dengan luka dan harkat
Maafkan, aku bukan malaikat

Masih berdiri di tepian
Berkaca diri untuk menjadi seperti malaikat

Advertisements

2 thoughts on “Maafkan Bukan Malaikat

Comments are closed.