Writing Contest

Hipnotis Mantra

Dengan mantra, seorang pesulap mampu menghipnotis penontonnya
Dengan mantra, seorang penulis mampu membuat pembacanya larut dalam tulisannya
Dengan mantra, seorang petinggi negri berusaha untuk mengambil hati rakyatnya
Dengan mantra, seorang perempuan ‘terjebak” hidupnya pada seorang lelaki pujaannya
Dengan mantra, seorang ibu bisa meninabobokan bayi-nya yang sedang haus perhatian
Dengan mantra, seorang penyanyi bisa membuai penikmatnya dalam alunan nada dan kata

Terlihat bukan, dahsyatnya sebuah mantra mempengaruhi kehidupan kita.  Hampir 80 % kehidupan kita dikuasai oleh mantra. Pertanyaannya adalah, mantra apa yang mereka gunakan untuk menghipnotis audience-nya. Tak perlu menganalisis secara mendalam, mantra yang mereka gunakan adalah kata-kata. Ya, hanya kata-kata, setiap mereka menggunakan kata-kata, itu saja. Yang membuat berbeda adalah “cara”, bagaimana penyampaian   kata-kata tersebut sampai ke telinga audience. Bagaimana setiap penyampai informasi meramu setiap kata menjadi bahasa yang lentur dan tidak hanya disukai tetapi juga ‘sampai’ dan dapat diterima oleh penerima informasi. Kalo kata kerennya, sekarang lebih dikenal dengan istilah “Public Speaking”. Tidak hanya pemilihan kata-kata mantra, tetapi juga cara penyampaian informasi dan berani menyampaikannya di depan publik menjadi cabang-cabang ilmu yang harus dikuasai oleh seorang yang mau belajar menjadi public speaker.

Masih terasa atmosir semangat teman-teman ketika mengikuti acara  #SundaySharing di kantor detikcom kemarin.  Acara yang yang diadakan sebulan sekali untuk sharing berbagai ilmu.  Tidak khusus untuk blogger tetapi non blogger juga turut semangat dan berpartisipasi dalam acara kemarin. Edrida Pulungan, seseorang yang sarat pengalaman hebat tentang public speaking, menjadi pembicara pertama dalam acara tersebut. Beliau berbagi ilmu bagaimana sebuah mantra (baca: kata-kata) dapat menjadi senjata jinak yang mampu  melumpuhkan keyakinan orang lain. Bagaimana setiap kata yang disampaikan dapat mempengaruhi dan mengubah pendirian atau pendapat orang lain. Ketika anda menjadi public speaker, indikator yang menunjukan keberhasilan anda saat evaluasi kegiatan adalah ketika orang mau mendengar ketika Anda sedang berbicara, informasinya sampai dan feedbacknya tentu Anda ‘happy’ merasa didengarkan. Pengalaman-pengalaman hebat dibagikan oleh beliau dalam mengaplikasikan ilmu public speaking, tidak hanya ranah negri tetapi juga merambah ke negara yang tidak menerapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.

Di akhir sesi, dipilih 14 orang untuk menyampaikan mantranya ke audience dalam waktu 1 menit.  Daun, share, mengapa, maju, iqro, nikmati, luar biasa, desa, kata, move on, berani, lupus, dream, hingga virus dipilih menjadi kata mantra dari masing-masing peserta. Kata mantra itu merupakan kata pilihan yang akrab dihati peserta sehingga mampu relax menyampaikan kata mantra tersebut ke audience. Penyamaian kata mantra ini dimaksudkan untuk melatih public speaking  melalui sebuah kata yang dekat di hati peserta, sehingga diharapkan mampu untuk menjabarkan kata tersebut dalam waktu 1 menit. Dari 14 peserta, dipilih tiga besar pemenang yang mampu menghipnotis dan menjadi pilihan audience.

Rahasia ngawur berani cuap-cuap disampaikan oleh pembicara kedua, Karel Anderson. Menurut pembicara handal satu ini, ada 9 bahan pokok yang harus dikuasai. Mo tau sembako yang dimaksud, ini dia liputan terkininya :).

Dimulai dari
(1). Niatkan, Aku BISA karna aku MAU, kuatkan niat untuk mau melatih diri untuk belajar public speaking, karena dengan niat kuat, segala rintangan belajar public speaking bisa dilewati
(2). Tahu potensi diri, kembangkan potensi diri sesuai dengan passion kita masing-masing
(3). Karakter, poin ini penting untuk membangun personal branding diri kita, kenali karakter Anda dan kembangkan
(4). PeDe, kemampuan yang satu ini akan semakin bertambah dengan semakin banyaknya jam terbang dalam hal public speaking
(5) Gugup/deg2an, Olah gugup/deg2an yang hadir dalam diri menjadi positif. Gugup akan memberi energi lebih bagi kita untuk mempersiapkan kesempatan public speaking dengan lebih baik. Salah satu cara untuk menghilangkan gugup, bisa dengan mengeskpresikan kegugupan tersebut ke audience.
(6). Menguasai materi, penguasaan materi merupakan kunci mutlak bagi seseorang dalam hal apapun yang berhubungan dengan penyampaian informasi  kepada orang banyak
(7). Ekspresi, menjadi seorang public speaker, jadilah orang ekspresif sehingga audience dapat merasa energi atau feel dari sesuatu yang Anda sampaikan
(8). Empati terhadap audience, sikap ini dimaksudkan untuk mampu merasakan apa yang sedang dialami audience, seperti sudah mengantuk saat mendekati jam 12 siang, atau sudah mulai lelah saat menjelang sore
(9). Memiliki jiwa entertaint (kreatif, tanggap dan menghibur).Ya, kemampuan ini, bisa dipelajari, sehingga ketika kita berbicara di depan umum dapat dibungkus dengan kemasan yang lebih menarik bagi audience.

Ya, Buat Anda-anda yang ingin menjadi public speaker idealnya, punya sembako diatas sebelum naik ke pangggung. 🙂

Di akhir sesi kedua, teknik bicara TIK TOK pada tiap peserta menjadi games andal buat saya untuk akhirnya mengeluarkan suara indah ini, halah. Beneran lho, saking speechlesnya semua ide yang disusun sebelum sampai ke giliran saya menjadi tiba-tiba hilang dan sirna. Kata yang harus saya kembangkan dari peserta sebelumnya adalah JOSS.  Sebuah kata yang akrab bukan?. :). Tetapi menurut saya, kurang dapat saya maksimalkan.

Ahhh, bahagia sekali bisa gabung di acara Sunday sharing kemarin. Semoga saya punya banyak kesempatan untuk memperbanyak jam terbang di area publik speaking selanjutnya.    Terimakasih mba Ed dan mas Karel. Terimakasih Detikcom :).

This slideshow requires JavaScript.

c041c24de8e4acc0990ca8a1733b6868_400x400

Advertisements

10 thoughts on “Hipnotis Mantra

Comments are closed.