Food, Nutrition, and Health · Writing Contest

Menjadi Generasi Penerus Yang Sehat dan Juara

DESIII… MAKAN DULUUU!, dengan suara setengah berteriak mama menyuruh saya sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Waktu itu, masih zaman SD, saya masih susah dan belum nyadar diri untuk sarapan setiap paginya. Duduk di bangku SMP, kebiasaan buruk itu belum juga hilang. Saya masih butuh bantuan teriakan mama untuk ingat sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Beranjak pindah ke seragam putih abu-abu, saya mulai nyadar diri bahwa sarapan itu penting buat saya. Berangkat dari rumah jam 7 pagi dan baru istirahat pertama pada pukul 10 pagi, dengan santapan pelajaran yang sudah tak biasa dengan level yang lebih tinggi, menjadikan sarapan  sangat membantu saya untuk menjaga agar perut tidak keroncongan, dan tidak semena-mena pada cacing di dalam perut saya. Awalnya memang saya merasa dipaksa oleh mama untuk makan tapi kebiasaan baik itu sekarang telah menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dalam keseharian saya. Teriakan ibu setiap pagi, dengan lambat laun membentuk kebiasaan makan yang baik bagi saya. Tidak hanya sehat yang saya peroleh namun juga ada bonusnya, menjadi juara dalam setiap kenaikan kelas dan beberapa perlombaan. Alhamdulilllah.. Hmm, salah satu bukti nyata dan positif  dari kebiasaan  sarapan, :). Terimakasih mama.

Tak disangkal, sarapan pagi, merupakan kegiatan ringan dan juga sekaligus berat.  Kegiatan yang tidak membutuhkan banyak energi dan umumnya hanya perlu waktu singkat untuk sampai di ujung proses. Namun kegiatan yang satu ini membutuhkan niat dan tekad kuat untuk mengaplikasikannya menjadi kebiasaan. Selain itu, sarapan juga memberi keuntungan yang banyak bagi pelaku dan pemilik kebiasaannya. Berat dalam pelaksanaan namun memberi efek maksimal bagi keseharian kita.

Kegiatan sarapan merupakan kegiata konsumsi makanan dan minuman yang dilakukan pada pagi hari sebelum beraktifitas. Makanan yang umum disajikan bisa berupa nasi, roti, mie, sereal dengan lauk pauk berupa daging, ikan, telur, tahu, atau tempe serta tambahan sayur.  Minumannya dapat berupa susu, teh manis hangat atau air putih.

Contoh Sarapan
Contoh Sarapan

Sarapan merupakan sumber energi utama untuk tubuh sebelum memulai aktifitas sejak pagi hari sampai menjelang siang. Waktu – waktu tersebut merupakan waktu prima yang dapat mempengaruhi performa kerja seharian. Pernahkah Anda pada waktu pukul 9-10 pagi, badannya terasa lemah atau mengantuk?. Jika pagi hari tidak dimulai dengan sarapan sehat, tubuh tidak akan prima dalam beraktifitas, terasa lemas dan kurang bersemangat. Tak perlu berbohong pada diri sendiri ya, setiap kita pasti pernah merasa hal seperti itu hehe.  Tak lain hal tersebut dikarenakan tidak melakukan sarapan pada pagi harinya. Pada anak sekolah, tidak konsumsi sarapan mengakibatkan konsentrasi belajar menurun, sehingga bisa mengganggu konsentrasi anak dalam belajar yang nantinya bisa berakibat nilai buruk bagi siswa.

sarapan mempengaruhi nilai belajar
sarapan mempengaruhi nilai belajar

Pertanyaannya adalah, Sarapan Sehat itu seperti apa sih?. Untuk lebih jelas memahaminya, mari coba bandingkan gambar dibawah ini

sarapan sehat itu seperti apa?
sarapan sehat itu seperti apa?

Dari dua gambar diatas, dapat dilihat jelas bahwa keduanya sedang melakukan sarapan. Namun, yang membedakannya adalah jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Gambar disebelah kiri, seorang anak laki-laki sedang konsumsi nasi goreng dengan porsi besar, telur dan sudah menghabiskan 2 piring. Ditambah lagi, dengan roti plus daging dengan sedikit sayur dan juga sudah menghabiskan 3 piring. Jika di total, ia akan menghabiskan sarapan sebanyak 5 porsi. Sedangkan gambar disebelah kanan adalah seorang anak perempuan yang sedang makan sarapan berupa kentang, telur, dan sayur berupa wortel dengan jumlah 1 porsi saja. Kebiasaan sarapannya patut diacungi jempol untuk keduanya. Namun, mana yang termasuk sarapan sehat?. Untuk menjawab  pertanyaan tersebut,  sarapan tersebut harus tergolong kriteria sarapan sehat. Sarapan sehat itu  adalah sarapan yang memenuhi kebutuhan tubuh dan mengandung nilai gizi karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral dan yang utama adalah dalam jumlah yang cukup, bukan berlebihan. Sarapan tidak boleh berlebihan, karena akan memicu kantuk lebih cepat. Dari kriteria tersebut, sahabat sudah pasti tau dong gambar mana yang menunjukkan kriteria sarapan sehat? 🙂

Setelah mengetahui dan mulai menerapkan kebiasaan sarapan yang sehat, ini waktunya kita berusaha untuk membangun generasi penerus yang sehat dan juara.  Ada 3 hal yang dapat dijadikan pilar untuk mencapai generasi sehat dan juara tersebut, yaitu:

  1. Memiliki kebiasaan makan yang baik

Kebiasaan makan yang baik dimulai dengan membiasakan sarapan sehat di pagi hari sebelum beraktifitas. Telah kita ketahui diatas, bahwa sarapan memiliki peran dalam menjaga konsentrasi agar tetap bisa fokus selama belajar. Selain menjaga kebiasaan sarapan, diharapkan tetap menjaga kebiasaan makan siang dan makan malam yang baik dan juga sehat. Satu hal yang tak kalah pentingnya, khususnya kepada anak-anak sekolah adalah untuk memiliki kebiasaan membeli jajanan sehat yang ada di sekitar  sekolah. Jajan merupakan kebiasaan makan yang tidak bisa jauh dari anak, karena juga dipengaruhi oleh teman-temannya. Perlunya bekal pendidikan jajanan makanan sehat yang diberikan oleh orang tua dan pengawasan sistem sekolah dapat membantu terjaganya lingkungan makanan yang sehat bagi anak-anak sekolah.

Mengingat sarapan merupakan hal penting dalam mewujudkan generasi sehat dan juara, di Amerika sudah lama menerapkan program sarapan menjadi salah satu program di tiap-tiap sekolah, khususnya untuk sekolah yang siswanya memiliki pendapatan rendah. Sekolah tersebut diwajibkan menyiapkan sarapan bagi tiap anak-anak setiap paginya. Berdasarkan hasil penelitian terhadap sekolah dengan program sarapan, menunjukkan bahwa anak-anak yang melakukan sarapan setiap harinya mampu meningkatkan nilai matematika dan membaca serta kemampuan mengingat anak dalam tes kognitif.  Siswa juga dapat menjadi lebih cepat dalam menyelesaikan tes yang diberikan. Efek positif lainnya dari konsumsi sarapan adalah mampu meningkatkan kedisiplinan pada anak, meningkatkan tingkat kehadiran, dan membentuk lingkungan positif untuk belajar.

Program sarapan sehat ini dapat berlangsung hingga sekarang dengan dukungan dari berbagai pihak. Sistem subsidi silang diterapkan pada program ini, program ini eksis dengan bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Pertanian. Anak – anak sekolah yang keluarganya dianggap mampu dan memiliki kekuatan uang dapat membayarkan biaya makan (sarapan) diwaktu awal sekolah atau dapat juga dengan cara mengurangi harganya agar tidak terlalu membebani orangtua. Sedangkan bagi anak-anak yang tidak mampu, biaya sarapan ini digratiskan. Make a wish yuuukk… berharap di Indonesia, program seperti ini akan  diterapkan suatu saat 🙂

  1. Hidup bersih dan sehat

Setelah mengaplikasikan kebiasaan makan sehat, penerapan hidup bersih dan sehat juga turut  menunjang kehidupan sehat. Gosok gigi setelah makan, cuci tangan sebelum makan, dan mandi dua kali sehari merupakan contoh-contoh kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hidup bersih dan kebiasaan makan merupakan satu kesatuan, tak dapat dipisahkan. Kebiasaan makan yang baik namun tidak menerapkan pola  hidup bersih dapat berujung timbulnya sarang-sarang penyakit yang mengganggu kesehatan. Tidak merokok, menggunakan jamban yang bersih, membuang sampah pada tempatnya juga merupakan contoh sederhana lain perilaku sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan hidup bersih dan sehat merupakan penunjang untuk mencapai hidup produktif.

  1. Menjadi aktif dan produktif

Hidup idealnya positif dan manfaat, menghasilkan karya dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Untuk generasi penerus,  kemampuan menghasilkan karya dan mampu bersaing secara sehat mutlak dimiliki. Banjirnya kegiatan-kegiatan yang menunjang hard skill dan soft skill sekarang merupakan kesempatan emas yang melimpah dan siswa baiknya berperan aktif di dalamnya.  Ikut bergabung dengan kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan lomba atau klub olahraga dapat menjadi jalan atau menangkap peluang untuk bisa hidup aktif dan produktif.

Tiga bekal diatas, berawal dari kebiasaan makan yang sehat, menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat serta menjadi aktif dan produktif merupakan kunci utama mewujudkan generasi sehat dan juara.

Salam Sehat Juara Generasi Penerus!

Sumber gambar: Diolah dari Gambar Google

Advertisements

6 thoughts on “Menjadi Generasi Penerus Yang Sehat dan Juara

Comments are closed.