Writing Contest

Ketika silent disease bertemu penawarnya

Dari sekian banyak artikel yang sudah saya baca di blog Pakde, artikel dengan judul “ Tutuplah jendelamu ketika menulis artikel” yang menjadi pilihan saya untuk ditanggapi dalam rangka mengikuti Giveaway Pakde kali ini.   Dari judul artikel tersebut, di alam fikir saya yang terlintas pertama adalah “apa hubungan jendela dengan menulis artikel” . Bukankah dengan dibukanya jendela akan memberikan banyak inspirasi ke dalam artikel yang sedag atau akan ditulis. Jendela disini saya imajinasikan secara fisik.  Menurut mbah Wikipedia, jendela  ialah bukaan pada dinding bangunan, mobil dsb, untuk memungkinkan udara dan cahaya masuk. Biasanya diisi dengan lembaran kaca. Makna jendela ini yang saya hubungkan dengan tulisan Pakde.

jendela versi saya
jendela versi saya

Di paragraf dua artikel tersebut, saya baru ‘ngeh’ dengan jendela yang dimaksud Pakde.  Ternyata jendela itu adalah halaman lain yang sengaja atau tidak sengaja dibuka ketika menulis sebuah artikel. Agaknya, saya jarang dan bahkan tidak pernah menerapkan ilmu yang satu ini. Ketika buka laptop, secara bawah sadar justru membuka banyak jendela, sebelum memulai projek pentingnya. Terkadang memang menjadi sumber ide, namun dominan menjadi membuat ide awal mandek. Celotehan di twitter, komen di status facebook berbalas-balasan, buka jendela belanja menjadi penghambat mengalirnya ide awal. Pun lebih-lebih, saya juga menulis sambil membuka jendela visual dan audio yang lain, seperti menonton TV atau mendengarkan radio.

Sepertinya saya menemukan jawaban atas masalah yang secara tanpa sadar saya alami saat ini.  Akibat kebiasaan buruk itu, saya butuh waktu lama dalam menulis sebuah artikel. Mendapatkan ribuan ide dari berbagai jendela juga mampu mematikan ide sederhana tapi fokus dalam waktu yang bersamaan. Dari gambar, tampak banyaknya jendela yang saya buka untuk memulai tulisan ini

"silent disease"
“silent disease”

Membaca artikel ini saya menemukan penawar dari silent disease selama ini. Terimakasih atas ilmu hebatnya Pakde 🙂

sumber tulisan Pakde disini

sumber foto disini

Tulisan ini diikutsertakan untuk Giveaway 2 hari Pakde Cholik

pakde

Advertisements

15 thoughts on “Ketika silent disease bertemu penawarnya

  1. Wah, sepertinya saya juga harus mulai mengamalkan ilmu ini nih. Banyak tulisan nggak selesai karena keasyikan baca jendela orang. Hihi. Terima kasih ilmunya, Mak, Pakde. 🙂 🙂

    1. tiba2 merasa ada temennya mba tarii.. hehe.. kirain aku doang yang susah menjaga mata buat gak buka jendela banyak mba 🙂

      makasih kunjungannya mba 🙂

  2. Saya juga demen banget yang namanya buka jendela banyak saat browsing, sampe nggak jarang mozilanya nge-lag karena keberatan hehehe 😀

    omong-omong, saya kbiasanya menyebutnya “tab” bukan jendela hahaha 😀

  3. Saya juga punya kebiasaan buruk itu, kadang berjam-jam gak kelar-kelar satu tulisanpun. semua gara-gara jendela-jendela itu, Sosmed oh sosmed…..hehhee

Comments are closed.