Percik Hati

Demi Dekap Restu Langit

Dan aku merindukan pagi

Hal biasa yang  terkadang tersendat kulakukan

Untuk mengulang kembali

Apa kabar wahai diri?

Semakin jauhkah dari fitrahmu?

Bukankah kamu pasti tahu, bahwa pagi selalu merindukanmu

Menunggu dengan setia

Mendengar dengan takjub

Melihat dengan penuh kasih

Pagi tidak pernah jauh,

Pagi tidak pernah  jenuh,

Pagi selalu acuh,..

Hanya kamu-lah yang satu dua langkah menjauh

Pagi selalu setia pada tahta agung

Candaannya, sentilannya, dekapnya

Selalu penuh  makna

Pagi masih menunggumu pulang

Pagi selalu setia

Agar dekap restu langit

Menjadi pijakanmu

*ashsholatu khoirum minannaum*

Manfaat Shalat Subuh Bagi Kesehatan

Advertisements

4 thoughts on “Demi Dekap Restu Langit

Comments are closed.