Writing Contest

Rumah susun jadi idaman.Kenapa nggak?

Tinggal dan hidup di perkotaan, yang sudah minim lahan kosong dan perlunya lahan hijau yang seimbang  menghasilkan sebuah tantangan dalam penentuan konstruksi sebuah tempat huni. Perlunya inovasi tempat hunian ini seiring dengan meningkatnya  jumlah penduduk yang semakin sesak di kota – kota  besar di Indonesia dan penggunaan lahan yang minimal. Setiap individu berhak untuk mendapatkan rumah huni yang  baik dan sehat. Tak jauh dari pandangan mata di ibu kota, banyaknya masyarakat tinggal di tempat huni yang jauh dari kondisi layak, baik, dan sehat. Tinggal di bawah jembatan, di pinggiran rel kereta api, di pinggiran sungai menjadi pilihan sebagian orang karena tidak adanya pilihan rumah huni yang juga nyaman di kantong. Ya, umumnya rumah susun ini sangat diperlukan oleh masyarakat kelas bawah.

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2011, rumah susun merupakan bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, baik dalam arah horizontal maupun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama. Rumah susun terbagi  atas 4 jenis, (1). Rumah susun umum, yaitu rumah susun yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. (2). Rumah susun khusus, yaitu rumah susun yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus. (3). Rumah susun negara, yaitu rumah susun yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian, sarana pembinaan keluarga, serta penunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri. Dan (4). Rumah susun komersial yaitu rumah susun yang diselenggarakan untuk mendapatkan keuntungan, seperti apartemen.

Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Puslitbang Permukiman telah banyak melakukan terobosan dan teknologi terapan dalam hal permukiman, khususnya rumah susun. Rumah susun sederhana yang terbuat dari kayu olahan menjadi salah satu pilihan. Rumah susun kayu ini merupakan rumah susun khusus karena merupakan rumah susun yang dapat dibangun di daerah yang rawan gempa. Pemanfaatan teknologi kayu olahan merupakan teknologi yang digunakan pada bahan komponen struktural pada konstruksi bangunan 3 (tiga) lantai rumah susun ini. Teknologi kayu olahan tersebut terbuat dari kayu olahan LVL dan Glulam. LVL (Laminated Veneer Lumber) adalah jenis kayu kelas rendah, seperti kayu sengon dan kayu karet. LVL diperoleh dengan merekatkan veneer dalam arah sejajar di mana venner berkualitas rendah diletakkan di bagian dalam sedangkan yang berkualitas baik di bagian luar. Kemudahan dalam pengerjaan bahan kayu, kualitas bahan yang tinggi, ukuran yang akurat, bentuk yang tidak berubah dan kekuatan yang merata  merupakan kelebihan dari jenis teknologi terapan pada rumah susun ini.

Image

Jenis kedua rumah susun yang dapat diterapkan adalah jenis rumah susun C-Plus. Rumah susun jenis ini adalah bangunan bertingkat dengan kolam berbentuk Plus (+). Sambungan balok kolom pada bangunan ini menggunakan kombinasi sambungan mekanis berupa pelat baja dengan mur dan baut serta grouting dengan semen non-shrinkage. Bangunan ini memiliki keandalan terhadap beban gempa, waktu pengerjaan yang lebih singkat dengan biaya konstruksi lebih murah. Dengan bentuknya yang berupa plus (+) maka akan menghasilkan optimalisasi pada ruang dan memiliki kapasitas kolom yang sama pada kedua arah. Optimalisasi ini menghasilkan pencahayaan dan penghawaan yang lebih baik. Rumah susun jenis ini telah diaplikasikan di rumah susun Cigugur Tengah, Kota Cimahi sebanyak 2 Blok (5 lantai).

Rumah-Susun-Cimahi-2

Gambar diambil dari sini

Bangunan 2 lantai di Balai Sungai Puslitbang Sumber Daya Air Kota Solo  juga telah menerapkan teknologi N –panel system. Teknologi terapan N panel system ini juga merupakan teknologi terapan Balitbang Permukiman. Gedung ini telah dibangun pada tahun 2009. Bangunan ini terdiri dari 4 panel dinding berbentuk N yang disambungkan dengan sistem kombinasi sambungan basah (wet joint) dan sambungan kering (dry joint).  Waktu pelaksanaan konstruksi ini lebih cepat karena sistem penyambungan komponennya yang  sederhana. Selain itu, waktu pelaksanaannya yang cepat dapat meredusir biaya total bangunan.

Picturae1 Balai Sungai Puslitbang Kota Solo tampak menyeluruh

Pictu2re2Balai Sungai Puslitbang Kota Solo Tampak Samping

Selain diaplikasikan dalam bentuk rumah susun untuk dihuni, teknologi terobosan baru dapat  diterapkan dalam bentuk gedung rumah sakit. Rumah Sakit Madiun menerapkan sistim T-Cap yang termasuk rusun sederhana tipe 21 sebanyak 10 lantai. Selain itu diaplikasikan pada Rumah susun Tipar Cakung 1000 unit dan wisma PP. Lebih cepat, lebih murah, dan efisien  merupakan kelebihan sistim ini.

picturaae1

Rumah susun sistem lainnya adalah rumah susun dengan sistem pracetak BOX. Sesuai dengan namanya, bentuk rumah susun ini mirip dengan box (kotak).  Rumah susun ini terbuat dari beton ringan dengan tulangan baja siku.  Rumah susun ini berbahan beton bertulang, dengan kombinasi rangka baja siku sebagai elemen struktural terhadap beban tarik. Gaya minimalis rumah susun ini memberikan kesan dan ekspresi kemewahan. Warna beton dibiarkan sesuai dengan warna asli beton. Rumah susun ini tersedia dengan berbagai tipe mulai dari tipe 21, 36, 45, dan 54 dan diharapkan mampu mendukung hingga 5 lantai.

picturaaae1-tile

Jadi, sekarang tidak perlu khawatir lagi untuk memiliki rumah yang layak huni serta nyaman di kantong. Komitmen Balitbang Permukiman PU dalam membuat terobosan teknologi terapan yang inovatif patut diacungi jempol. Yup, research and development creates our nation’s future (Sutadi, Graita 2012), absolutely agree.

Referensi dan sumber gambar:

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/rumah-susun-sederhana-tahan-gempa-dari-kayu-olahan

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/teknologi-rumah-tahan-gempa-dengan-struktur-kayu-laminasi-lvl

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/teknologi-pracetak-c-plus

http://litbang.pu.go.id/rusuna-rumah-susun-sederhana-cigugur-cimahi.balitbang.pu.go.id

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/teknologi-pracetak-n-panel-system

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/t-cap

http://puskim.pu.go.id/produk-litbang/teknologi-terapan/box

Undang-Undang Republik Indonesia. 2011. UU No. 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun.

Tulisan ini diikutsertakan dalam event “Sayembara Penulisan Blog 2013” yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia

Basic RGB

Advertisements

9 thoughts on “Rumah susun jadi idaman.Kenapa nggak?

  1. Terobosan bagus tuh mak, hanya sj rusun itu cenderung kumuh klo sudah ditempati, jd perlu sosialisasi dan edukasi terkait perawatan/pemeliharaan pasca pembangunan …

  2. Saya pengen juga Mbak, kalau ada rumah susun yang murah… Yang lebih enak, karena ini nggak setinggi apartemen. Kadang bisa sampai 50an lantak kalau apartemen, ngeri.

Comments are closed.