Percik Hati

nasehat peri

sang peri pun sudah tertidur lelap

meninggalkanku begitu saja,

ia teramat lelah mungkin..

ia meninggalkan pesan..

“jelaga hati usah di tanami

tiap riak,memiliki nada unik

nikmati saja..

mungkin, ia akan

menyatu dgn riak lainnya..

jangan biarkan beresonansi jika tak merdu

rebahkan anganmu di saat jengah

sandarkan asamu pd baja bahumu

lelahmu yg takkan berpenghujung

berikut cemas dan tanya yg menemani hari

adukan lirih pada ilahi

bersyukurlah atas setiap riak yg kaw jejaki

belajarlah mengeja tiap bentuk cinta Sang Maha

maka, kan kaw dapati

selimut hati yg selalu menenangkan jiwamu”

sjenak waktu..

tertidur,larut di alam impian..

“terimakasih peri” ucapku lirih

Advertisements