Hey Ladies..

‘menjadi srikandi langit”

kalimat diatas dijadikan judul tulisan ini setelah mbaca tulisan di blog tmen di MP, hmmm….3 kata..”menjadi srikandi langit”..kata yg jauh dari perbendahaan kataku, wahai sahabat..begitu suci cita2mu itu..meski tak paham betul apa maksudnya

menjadi srikandi langit, tak taw ku ungkapkan dgn apa rasa yg aq juga tak taw harus kuwakili dgn kata apa..speechless..

cita2 itu terlalu suci bwatku..

hmmm… sungguh diri yg bodoh ini, yg hina ini harus terus banyak belajar T_T

sekedar mengutip kata2mu..

“”Aku tawarkan diriku padanya karena aku melihat surga terbentang di sana, di kehidupannya yang susah dan jauh dari kemewahan. Kuberanikan diriku dan kukuatkan azzamku karena aku berharap bisa seperti Bunda Khadijah yang merelakan hartanya di jalan-Nya atau seperti Ummu Sulaim yang memenangkan cinta di atas cinta. Tapi sepertinya aku hanyalah hamba yang hina hingga Allah pun tak mengabulkan cita-citaku menjadi srikandi langit seperti mereka. Jadi beginilah Izzah yang sebenarnya, Izzah yang dikenal tajir, cerdas, kaya ternyata tak punya nilai di hadapan-Nya hingga tak cukup layak mendampingi lelaki zuhud seperti dia.”

“Kenapa? Apakah telah begitu menggunungnya dosa-dosaku hingga aku semakin sulit mendapatkan kesempatan untuk menggapai surga? Apalah artinya predikat-predikat mulia di hadapan manusia jika ternyata aku tak bisa menggunakannya sebagai sarana untuk meraih keridhoan-Nya. ..”

hmm..sosok mb izzah??

selanjutnya..
adalah cerita ttg mb tami, yg tak lain tak bukan adalah istri mas pepeng, sang pelawak terkenal.km2 pasti knal bukan?
5 tahun…sudah dijalani mb tami..tuk menemani dan melayani suami tercinta yg memang sedang diberi ujian=sakit (bentuk lain cintaNYA),
waaah..sungguh bukan waktu yg sebentar, 5 tahun..dgn 4 org anak yg dimiliki,
(cukup banyak orang kuat yg terkadang abai dari amatanku)

saat beliau ditanya bagaimana ia menjalani selama ini??(oleh sebuah stasiun tv maksudnya,,not me^^)
ia menjawab, bahwa ia menjalani ini dengan hati, berfikir dgn hati, merasakan dgn hati, berbuat dgn hati, semuanya dgn hati. jika aq menggunakan logika, aq mgkn sudah kalah dari dulu.
beliau mengatakan, bahwa setiap episod hidup memiliki peran, dan setiap peran juga memiliki tanggung jawab. so..hidup sekarang dgn peran menemani suami yg sedang sakit, dan aku harus bertanggung jawab dgn peran ini.(sedikit gubahan dr penulis^^).

dan yg kedua..sosok mb tami..

mb izzah dan mb tami, sosok2 wanita bumi yang sedang disiapkanNYA untuk menjadi srikandi2 langit,,menurut hemat saya memang.
Meski..aq tak harus berada di posisi mereka, untuk menjadi bagian ‘Srikandi2 langit’ yg hadir d bumi.

cita2 sederhana saya tuk menjadi sosok yg meletakkan namaNYA diatas segalanya, berbuat sesuai dgn pintaNYA.
entahlah apa itu namaNYA,
srikandi langit kah,,ato apa.. ALLAHlah yg lebih taw^^

Advertisements